Berita Utama

Abrasi Pantai Oenggae, 22 Bangunan direlokasi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

 

BA’A,METROTIMOR.com–Abrasi pantai yang melanda wilayah desa Oenggae Kecamatan Pantai Baru telah terjadi sejak Sejak Tahun 2017 silam.

Sebagian wilayah pemukiman penduduk pun telah hilang tergerus, sehingga puluhan rumah penduduk terpaksa direlokasi.

Diketahui, terdapat 22 (dua puluh dua) kepala keluarga dengan 71 jiwa yang terdampak langsung pada ancaman abrasi itu. Jumlah tersebut tersebar di dusun Olibeu dan Ampono.

Melalui program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH), pemerintah Desa Oenggae baru merelokasi dan membangun 12 unit rumah yang didiami 21 orang. Kegiatan relokasi itu dilaksanakan selama dua tahun yakni 2018 dan 2019.

Dimana 5 unit rumah dibangun pada tahun 2018 dan 7 unit ditahun 2019. Pembangunan itu menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2019.

“Kami pemerintah Desa Oenggae telah membantu 12 Kepala Keluarga yang direlokasi untuk membangun rumah yang terdampak abrasi. Sisanya dibangun sendiri oleh pemilik rumah itu sendiri”, demikian, Marselinus Mesah, Penjabat (Pj) Kepala Desa Oenggae menjawab wartawan (13/2/2020).

Secara terpisah, Paulus Hendrik Mesah mengungkap keprihantinannya terhadap kerusakan akibat abrasi yang kian meluas. Sembari menunjukan ke arah laut, pria yang memangku sebagai salah satu anggota BPD Oenggae ini berusaha memperlihatkan batas pantai sebelum diperparah oleh abrasi.

“Keadaan ini sudah sangat parah. Padahal dulu, ada rumah-rumah di sana, (telunjuknya menunjuk sekira 50-an meter ke arah laut). Dan jarak pantai dengan posing (maksudnya batas laut dalam dan dangkal, red) tidak sejauh ini”, kata Hendrik bernada prihatin.

Dia pun menunjuk pada tembok penahan abrasi yang kini nyaris tak tersisa. Tak lebih dari sepuluh meter yang tersisa dari 700 meter yang dibangun.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, didamping Kepala Dinas Perumahan dan Lingkungan Hidup (Perkim), Leksi Foeh, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dominggus Modok, meninjau langsung lokasi terdampak abrasi itu (13/2). Di sana, Bupati melihat langsung kerusakan itu.

“Ini harus cepat ditanggulangi. Kalau tidak nanti kerusakannya semakin meluas ke permukiman penduduk”, kata Bupati saat meninjau lokasi abrasi bersama beberapa warga Oenggae.

Dikatakannya bahwa, pemerintah mengusahakan agar di tahun ini (2020) segera dibangun penahan abrasi. Dan sumber pendanaanya bersumber dari APBD untuk 400 meter panjang penahan abrasi menggunakan bronjong. (Mtc01)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top