Hukrim

Kuasa Hukum Minta Hakim Batalkan Dakwaan Terdakwa Pembunuhan Istri Mantan Kades Oebela

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

 

BA’A,METROTIMOR.com–Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang kedua Kasus Penembakan Marince Ndun,mantan istri Kepala Desa Oebela Marthen Luter Adu,Kamis (06/02/2020).

Sidang dengan Agenda Pembacaan Eksepsi (Keberatan) dari Terdakwa Belandina Henuk alias Dina melalui Kuasa Hukumnya.

Igiardus Bana,SH,MH selaku Kuasa Hukum dari Terdakwa Belandina Henuk yang membacakan Eksepsi dari Terdakwa yang pada Pokoknya meminta Majelis Hakim yang mengadili perkara Pidana tersebut untuk membatalkan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Rote Ndao pasalnya surat dakwaan dinilai Kabur,tidak Cermat dan tidak Lengkap Karena tidak menguraikan secara jelas motif Pembunuhan terhadap Korban Marince Ndun, tidak adanya otopsi mayat untuk membuktikan bahwa matinya korban karena akibat Perbuatan pidana dan Jaksa Penuntut Umum salah menerapkan Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP terhadap terdakwa Belandina Henuk,ungkap Pengacara Igiardus Bana diruang sidang utama Pengadilan Negeri Rote Ndao.

Menurut Igiardus Bana dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum  menghilangkan motif atau tidak ditemukan apa yang menjadi motif  atau alasan sesungguhnyaTerdakwa dan Marthen Luter Adu merencanakan Pembunuhan terhadap Korban Marince Ndun dan menurut Pasal 10 SK Menteri Kehakiman Nomor : M04.UM.01.06 Tahun 1983 menyatakan bahwa hasil pemeriksaan ilmu kedokteran kehakiman disebut Visum Et Repertum. Oleh karena itu Visum Et Repertum yang dilakukan oleh dr. Jefren  Bulan yang adalah dokter umum dan bukanlah dokter kehakiman karena itu tidak dibenarkan untuk mencaritahu sebab kematian pada mayat korban. tegas Igiardus Bana

Sidang tersebut hanya menghadirkan satu Terdakwa yakni Belandina Henuk yang didampingi dua Kuasa Hukum, Obed Djami,SH dan Igiardus Bana,SH dari Kantor Advokat Amos A Lafu,SH

sidang dipimpinnya Ketua Majelis Hakim Beaty D Simatauw,SH,MH dan dibantu dua Hakim anggota masing-masing Rosihan Lutfi,SH dan Abdi Ramansyah,SH

dari pihak Kejaksaan Negeri Rote aNdao dihadiri Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Anjar Purbo Sasongko,SH,MH
sidang ditunda dan digelar Kembali,Senin 10 Februari 2020.(sn/mtc01)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top