Hukrim

Penyidik masih akan Gelar Perkara untuk Tentukan Status Kasusnya

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

BA’A,METROTIMOR.com–Setelah melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait dugaan kasus pengiriman ternak tanpa kelengkapan dokumen yang disyaratkan aturan yang berlaku, pihak penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao masih akan melakukan gelar perkara bersama penyidik dan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan untuk mengkaji kasus dugaan tindak pidana tersebut.

Demikian disampaikan Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo melalui Kasat Reskrim Iptu Wahyu AA Septyan, yang dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Senin (20/1).
Dikatakan Wahyu, awalnya pihaknya mencurigai bahwa ternak yang akan dikirim ke Kupang tersebut merupakan hasil curian, namun setelah dikonfirmasi kepada pihak yang menjual ternak dan kepala desa, ternyata surat jual belinya ada. Sedangkan untuk surat izin/keterangan dari petugas Pos Karantina Perternakan di Pelabuhan Pantai Baru, mereka belum pernah mengeluarkan izin atas ternak-ternak di maksud. Demikian pula setelah dicek ke Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, ternyata belum dikeluarkan surat izin pengiriman ternak ke luar karena hingga saat ini belum ada kuota dari Pemerintah Provinsi NTT.
“Menurut Kadis Peternakan, kalau pun ada permohonan izin dari pengusaha atau peternak, maka pihaknya tidak mungkin mengeluarkan izin karena belum ada kuota dari Provinsi,” kata Wahyu.
Menurutnya, dalam kasus tersebut pihaknya baru sebatas mengamankan barang bukti dan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap terduga dan pihak-pihak terkait, namun hingga kini masih belum dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena belum bisa dibuktikan secara utuh perbuatan melawan hukumnya.
Dikatakan Wahyu, suatu tindak pidana bisa dilakukan penyidikan, jika berbuatan melawan hukumnya sudah terjadi. Dalam kasus ini, akibat kaadaan tertentu akhirnya muncul inisiatif dari para terduga untuk membatalkan niatnya untuk mengirimkan ternak tersebut dan balik ke Ba’a untuk urus surat-suratnya.
“Kami masih akan melakukan gelar perkara dengan penyidik dan berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk mengkaji kasus ini, kalau misalnya kemungkinan untuk dinaikkan ke penyidikan sangat tipis, maka akan tentunya kita tidak punya kewenangan untuk menahan dan akan melepas demi hukum. Mungkin hanya bisa dikenakan sanksi administrasi saja,” kata dia.
Ketika ditanya apakah dapat diterapkan pasal percobaan dalam kasus tersebut, Wahyu katakan, tidak dapat diterapkan pasal percobaan karena Tim Buser tidak menggagalkan di Pelabuhan Pantai Baru tetapi di wilayah Rote Tengah, setelah para terduga mengurungkan niatnya menyeberangkan ternak-ternak tersebut atas inisiatif sendiri dan balik ke kandang.
Ke depan, kata Wahyu, aparat Polsek di pintu-pintu keluar pelabuhan akan melakukan pengawasan yang intensif untuk meminimalisir terjadi kasus serupa. Sementara untuk dua oknum terduga akan dimintai ke Dinas Peternakan untuk diblacklist karena sesuai keterangan mereka ini sudah sering melakukan itu dan tidak dimasalahkan. Padahal, seharusnya ini sudah melanggar aturan yang sebenarnya. (MTC01)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top