Berita Utama

Polres Rote Ndao Gagalkan Pengiriman Ternak Tanpa Dokumen Resmi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

BA’A,METROTIMOR.com–Lima ekor sapi dan satu ekor kerbau tanpa dokumen resmi yang hendak diantarpulaukan ke Kota Kupang menggunakan kapal Fery ASDP dari Pelabuhan Pantai Baru, Sabtu (18/1), digagalkan aparat Buru Sergap (Buser) Polres Rote Ndao.

Penggagalan antarpulau ternak tanpa dokumen resmi tersebut dipimpin langsung Kasat Reskirm Polres Rote Ndao Iptu Wahyu A.A.A Septian dari di rumah salah seorang dari dua pemilik sapi Ake Kia dan juga hadir pemilik sapi lainnya Rinto Pelokila, di bilangan Kelurahan Metina, Sabtu (18/1), sekitar pukul 10.00 Wita.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, Sabtu (18/1) sekitar pukul 07.30 Wita berdasarkan informasi terpercaya dari masyarakat di Pelabuhan Fery ASDP Pantai Baru bahwa ada oknum pedagang ternak bernama Rinto Pellokila yang memuat hewan melalui pelabuhan tersebut menggunakan mobil Suzuki Carry DH 9999 NT.

Ketika sampai di Pelabuhan Pantai Baru, Rinto bersama teman-temannya memindahkan hewan tersebut ke sebuah mobil truk bak kayu Nopol DH 1302 WC, yang digunakan untuk menyeberangkan ternak-ternak tersebut ke Kota Kupang melalui Pelabuhan Bolok.
Melihat hal mencurigakan tersebut, sumber terpercaya yang adalah warga setempat mengontak Tim Buser Polres Rote Ndao. Kasat Reskrim secepatnya memerintahkan anggotanya turun ke lokasi di Pelabuhan Fery Pantai Baru.
Kemudian setelah pemilik ternak mendapat informasi bahwa aksi pengiriman ternak itu sudah diketahui pihak Buser Polres Rote Ndao, maka pemilik ternak Rinto Pelokila membatalkan rencana penyeberangan dan meminta truk pengangkut kembali ke rumah pemilik ternak di Kelurahan Metina.

Tim Buser Polres Rote Ndao kemudian membuntuti truk tersebut dan langsung di arahkan ke rumah pemilik ternak Ake Kiah. Setelah hewan hewan sampai di sana, Tim Buser di bawah pimpinan Kasat Resktim Wahyu Septian mendatangi rumah tersebut untuk membawa barang bukti enam ekor hewan ternak tersebut, mobil Suzuki Carry DH 9999 NT, dan truk bak kayu Nopol DH 1302 WC yang mengangku ternak itu ke Mapolres guna ditindaklanjuti dengan pemeriksaan.
Sempat terlihat saling tegang antara Kasat dan anggota Satreskrim Polres Rote Ndao dan pemilik ternak Ake Kia dan Rinto Pelokila.

Keduanya bersikeras bahwa hewan mereka legal dan tindakan mereka sudah sesuai prosedural dan ini sudah beberapa kali mereka lakukan seperti ini. Penjelasan mereka tidak digubris oleh Kasat Reskrim yang memerintahkan anggotanya untuk membawa ternak-ternak tersebut ke Mapolres.

Sehingga, tanpa ada perlawan akhirnya Ake Kia dan Rinto Pelokila pasrah untuk ternak tersebut dibawa ke Mapolres Rote Ndao untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemilik ternak Ake Kia, warga Kelurhan Metina, Kecamatan Lobalain saat di konfirmasi di kediamnnya menjelaskan, ternak yang diangkut tersebut tujuan ke Kupang atau lokal, artinya hanya dalam provinsi, dengan tujuan untuk jual dan potong.

Selama ini prosesnya seperti itu dan man-aman saja dan berjalan terus karena masih satu atap. Dalam artian yang penting ternak tersebut tidak dikeluarkan ke luar provinsi.
“Tujuan Kupang untuk dijual di Pasar Camplong untuk dipotong dan kalau ada yang beli untuk dipiara lagi ya terserah. Artinya tidak keluar dari Kupang karena prinsipnya tidak keluar dari NTT,” katanya.
Ditanya soal izin, Ake Kia mengaku ada izin. Namun, saat diminta menunjukan kebenaran izin tersebut, ia mengatakan baru mau urus ke Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao hari ini. “Ini hari baru kitong pi ambil di kantor Dinas Peternakan,” katanya.
Terkait ternak yang sudah diamankan pihak Polres Rote Ndao tersebut, menurut Ake, dirinya mengikuti prosesnya saja karena pada intinya dirinya belum melakukan penyeberangan ternak-ternak tersebut. “Kalau kita sudah menyeberangkan dan tanpa kantongi izin artinya itu kita salah. Tetapi saat ini ternak-ternak itu ada,” ujarnya.

mobil Suzuki Carry DH 9999 NT. Diamankan Polres Rote Ndao, sebagai Barang Bukti Mengangkut  Ternak Tanpa Dokumen Resmi Sabtu (18/1/2020)

Pemilik lainnya Rinto Pelokila yang ditemui di Mapolres Rote Ndao, terlihat lesu. Dirinya mengakui ternak-ternak tersebut belum ada surat izin untuk penyeberangan, namun pihaknya tetap ada niat untuk mengurusnya. Hanya saja karena hari Sabtu pegawai Resort Peternakan di Pantai Baru libur, maka mereka belum mengurus izin, lagi pula ternak-ternak itu belum sempat diseberangkan ke Kupang.
Kadis Peternakan Kabupaten Rote Ndao Erens Sinlaeloe saat dicegat awak media, di ruas Jalan Baa-Pantai Baru saat hendak menuju Ba’a pagi tadi mengatakan, untuk izin penyeberangan hewan antarprovinsi ataupun antardaerah dalam provinsi saat ini belum dapat diterbitkan atau belum diperbolehkan karena masih menunggu kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi NTT. “Kemungkinan pada bulan Maret mendatang baru izin bisa dikeluarkan karena menunggu penetapan kuota oleh Provinsi,” katanya.
Menurutnya, ternak yang boleh dikeluarkan dari Rote Ndao sesuai aturan hanya hewan yang tidak produktif lagi, sedang hewan yang masih produktif dilarang, apa lagi dalam kasus ini ada hewan yang masih kecil atau bibit, itu sama sekali tidak diperbolehkan.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Wahyu Septyan yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, untuk kasus ini pihaknya masih melakukan kajian dan pemeriksaan. Kemungkinan sanksi administrasi yang dikenakan karena ternak-ternak itu belum berpindah tempat karena masih ada di Rote. Kecuali sudah sampai di atas kapal apalagi di Kupang, maka pemilik sapi bisa dipidana. Terkait apakah rencana penyeberangan ternak tersebut sudah dilengkapi izin, Wahyu akatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pemilik sapi karena bisa saja ada dan bisa juga tidak ada.

“Kita tunggu saja hasil pemeriksaan karena takutnya kalau tidak ada izin, dapat diduga ternak curian.Jadi kita tunggu saja hasil pemeriksaan dan penyelidikan dulu,” pungkasnya. (R2/dio)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top