Berita Utama

TPBJ Desa Tetaf Serahterimahkan Pekerjaan Fisik 2019

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

TETAF,METROTIMOR.com—Pemerintah desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana melakukan serah terima pekerjaan fisik dari Tim Pengelola Barang dan Jasa (TPBJ) kepada Pemerintah desa Tetaf,Kamis 9 Januari 2019 melakukan serah terima pekerjaan fisik yang dikerjakan pada tahun anggaran 2019.

Pantauan METROTIMOR.com, acara serah terima pekerjaan ini berlangsung di salah satu embung yang direhab dan dihadiri oleh Camat Kuatanana bersama staf, Pendamping Pemberdayaan dan Pendamping Infrastruktur Kecamatan Kuatanana, Babinkamtimas Desa Tetaf, Ketua dan anggota BPD desa Tetaf, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pendidikan, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, RT/RW dan masyarakat.

Nyongki Kolo,selaku Pendamping Infrastruktur Kecamatan Kuatnana dalam sambutannya menyatakan bahwa desa Tetaf merupakan desa pertama yang melakukan serah terima pekerjaan fisik.

“Kami bertugas disini sudah sekitar empat tahun dan baru tahun ini dilakukan acara serah terima pekerjaan dan desa Tetaf merupakan desa pertama dalam Kecamatan Kuatanana yang melakukan ini.” Menurutnya, Dalam pekerjaan juga tentu ada kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan, untuk itu maka sangat diharapkan koreksi dan masukan dari semua pihak agar dilakukan perbaikan-perbaikan pada tahun-tahun kedepan.

Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan permohonan maaf kalau dalam proses pekerjaan ini saya terlalu keras, tapi semua ini demi kebaikan dan kemajuan kita bersama di desa Tetaf.” Tutupnya

Camat Kuatnana, Yuliana Woy, BA menyampaikan apresiasi dan profisiat kepada Pemerintah Desa Tetaf dan TPBJ yang sudah bekerja maksimal menyelesaikan semua pekerjaan fisik, Semua pekerjaan fisik yang sudah dikerjakan diharapkan dijaga dan dimanfaatkan.

Harus disadari bahwa desa Tetaf ini merupakan pusat ibu kota Kecamatan Kuatnana maka desa Tetaf harus menjadi contoh untuk desa-desa yang lain dalam wilayah Kecamatan Kuatanana.

“Desa Tetaf ini pusat kota Kecamatan. Jadi harus memperhatikan pembangunannya dan kebersihan lingkungannya. Desa Tetaf harus jadi contoh dan teladan untuk desa-desa yang lain. Gerakan RT/RW dan semua pihak untuk mendukung pembangunan yang ada”. Harap Woy.

Lanjutnya “Embung yang sudah jadi ini harap dimanfaatkan airnya untuk tanam sayur-sayuran dan jenis tanaman lain yang bisa meningkatkan ekonomi rumah tangga. Dengan demikian maka angka memiskinan bisa ditekan, Embung ini dibangun dengan anggaran yang besar, jadi harap agar jangan disia-siakan. Bapak desa harus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan  air yang ada” kata Woy.

Sementara untuk jalan, Camat Kuatnana berharap agar bisa dibersihkan dan dijaga setiap saat. “Untuk jalan harus dijaga, kalau tumbuh rumbut dibersihkan. Kalau terkikis air jangan dibiarkan, tapi dirawat. Masyarakat harus terbiasa mencintai pembangunan yang sudah diselesaikan oleh Pemerintah. Karena program pembangunan tidak bisa berulang dalam waktu dekat ditempat yang sama. Jadi harus memiliki mental mencintai apa yang sudah dikerjakan karena itulah berkat kita”. Woy juga menyinggung soal stunting, “Kecamatan Kuatnana ini stunting tertinggi di TTS. Desa Tetaf yang paling tinggi angkanya. Ini juga pergumulan berat kita bersama untuk menekan dan menurunkan angka stunting. Harap agar kerja sama dari semua pihak.” Tutupnya.

 

Kepala desa Tetaf, Yulius Talan ketika diwawancarai oleh media ini menyatakan bahwa paket pekerjaan fisik untuk desa Tetaf tahun anggaran 2019 ada dua, yakni peningkatan jalan sirtu sepanjang 3.500 meter dan rehab 2 unit embung.

“Pekerjaan fisik yang dikerjakan pada tahun 2019 menggunakan APBDes Tetaf dengan total anggaran adalah sebesar Rp. 818.454.000 dengan perincian untuk peningkatan jalan sirtu senilai  Rp.626.004.900 dan rehab 2 unit embung senilai  Rp. 192.449.100 dan puji Tuhan semuanya bisa dikerjakan dan diselesaikan tepat waktu.” Kata Yulius

Menurutnya dalam pekerjaan ini juga melibatkan pihak ketiga dan masyarakat untuk padat karya tunai.

“Pekerjaan ini melibatkan pihak ketiga, yakni pekerjaan jalan dikerjakan oleh CV. Kasih Ibu dan rehab embung dikerjakan oleh CV. Gavirat. Sementara untuk padat karya tunai (HOK) dikerjakan oleh masyarakat sekitar lokasi pembangunan fisik. Untuk HOK ini sangat menguntungkan masyarakat, kedepan memang kita akan melibatkan masyarakat untuk kalau bisa uang terus berputar didalam desa.” Harap Lius sekaligus mengakhiri komentarnya. (*Yan Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top