Hukrim

Sehabis Menegak Miras, Kakak Dibunuh Adik Kandung

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

BA’A, METROTIMOR. com–Diduga akibat pengaruh minuman keras (miras), Obet Ndun (54), warga Dusun Lue’i, Desa Oeleka, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao tewas ditusuk adik kandungnya Edi Ndun (53).

Kasus tindak pidana pembunuhan pertama di awal tahun 2020 ini, sementara dalam penanganan aparat kepolisian Polres Rote Ndao untuk mengurai motif pembunuhan tersebut.
Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, SIK, MSi ketika dihubungi via telepon genggamnya, Jumat (3/1) membenarkan kejadian tindak pidana tersebut.
Menurutnya, kejadiannya pada hari Kamis (2/1), sekitar Pukul 22.00 Wita, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah Stef Ndun, yang beralamat di RT 09/RW 05, Dusun Lue’i, Desa Oeleka, Kecamatan Lobalain.
Dijelaskan Kapolres BHW, korban Obed Ndun dan pelaku (tersangka) Edy Ndun adalah saudara sekandung, di mana keduanya yang berstatus sudah berkeluarga dengan pekerjaan yang sama pula, yakni petani sebelumnya hidup bersama.
Menurutnya, saat ini pelaku sudah ditangkap dan diamankan, sementara penyidik sementara melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, melakukan olah TKP, dan mendalami dugaan motif dari kasus pembunuhan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tiga orang saksi warga RT 09/RW 05, Dusun Lue’i, Desa Oeleka, Kecamatan Lobalain, yakni Rano Ndun (27), Mario Ndun (18), dan Foldi Ndun, untuk sementara yang bisa disimpulkan adalah akibat mengkonsumsi minuman keras (sopi). Namun, kejelasannya masih harus menunggu hasil lengkap pemeriksaan saksi lainnya serta pelaku.
“Sejumlah barang bukti sudah diamankan dan keterangan saksi sudah diperoleh, namun penyidik masih terus melakukan pendalaman guna menemukan motif yang sesungguhkan dari kasus tersebut karena tidak tertutup kemungkinan ada motif lain,” kata Kapolres.
Sesuai keterangan saksi, kata Kapolres BHW, krononolgis kejadian tersebut bermula pada Kamis (2/1) sekitar pukul 19.00 Wita, tersangka pelaku Edy Ndun mendatangi kediaman Stef Ndun yang merupakan TKP dengan maksud bersama-sama selamatan Tahun Baru di rumah Hanokh Lenggu, di Kampung Biru, Kelurahan Mokdale.
Selanjutnya pada pukul 19.30 Wita, pelaku bersama korban ditemani saksi Rano Ndun, Mario Ndun, Rei Ndun pergi ke rumah Hanokh Lenggu. Namun, setelah tiba di sana ternyata tuan rumah tidak berada di tempat. Sehingga, mereka melanjutkan perjalanan dalam rangka selamatan Tahun Baru ke rumah Ace Manafe di Lekioen, Kelurahan Mokdale. Si rumah tersebut korban Obet Ndun bersama saksi Rano Ndun memin miras lokal (sopi rote) sebanyak satu botol. Setelah selesai minum-minum sekitar pukul 21.30 Wita mereka kembali ke kediaman Stef Ndun (TKP).  Di situ TKP saksi Mario Ndun dan Rei Ndun pulang ke rumah mereka, sedangkan pelaku, korban, dan saksi Rano Ndun masih bercerita di teras rumah sambil mengkonsumsi satu botol sopi, tetapi tersangka pelaku tidak mengkonsumsi miras tersebut.
Pada saat itu pembicaraan korban, saksi, dan pelaku membahas topik kelainan yang terjadi pada roda belakang sepeda motor Honda Beat milik korban yang berbunyi seperti sensor, padahal baru dibeli. Saat itu tersangka pelaku menanggapi dengan berkata sudah jangan bahas terus, besok baru Rano kerja. Karena korban merasa kesal atas jawaban terangka pelaku, korban berkata ‘anjing, lu jangan omong banyak, lu sonde kasih makan beta’. Pernyataan korban tersebut ditanggapi oleh tersangka pelaku dengan mengatakan ‘sonde lama beta bunuh kasih mati lu’.
Melihat situasi yang tidak kondusif tersebut, saksi Rano Ndun mencoba menegur korban dan tersangka pelaku dengan mengatakan jangan baribut bapa dong, nanti tetangga dengar kermana?. Namun keduanya tidak menghiaraukan teguran saksi Rano itu.
Sesaat kemudian, tersangka pelaku langsung mengambil pisau yang pada saat itu digunakan untuk memotong daging buat tolakan, dan langsung mengarahkan menusuk ke tubuh korban sebanyak dua kali. Di mana tusukan pertama tidak mengenai korban karena dihalau oleh saksi Rano. Namun, tusukan kedua mengenai tubuh korban tepat di bagian dada kiri korban. Korban sempat melawan dengan mencekik pelaku, sehingga tergeletak di lantai samping teras rumah.
Situasi bisa di atasi Rano dengan dibantu beberapa orang tetangga.  Kemudian Rano menyuruh pelaku kembali ke rumahnya.
Mendengar telah terjadi perkelahian dan bapaknya ditikam pelaku, anak kandung korban datang ke TKP dan bersama saksi dan tetangga yang ada di situ, menolong dan membawa korban ke RSUD Ba’a. Namun, setelah tiba di RSUD Ba’a, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter. (MTC2-dio)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top