Berita Utama

Festival Mulut Seribu Harus Rutin Digelar

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

DAIMA,METROTIMOR.com—Festival Mulut Seribu yang dilaksanakan pertama kali hari ini, secara perlahan-lahan, bertahap, dan terus-menerus secara konsisten akan menghipnotis dunia untuk datang ke Rote. Untuk itu ke depannya pelaksanaan Festival Mulut Seribu harus terus dibenahi, agar menjadi jualan pariwisata Rote Ndao ke depan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika membuka Festival Mulut Seribu di Lokonamon, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko,Kabupaten Rote Ndao, Sabtu 26 Oktober 2019.

Menurut Viktor, hipnotis yang dimaksudkan adalah alam di Teluk Mulut Seribu dan Kabupaten Rote Ndao pada umumnya, begitu pula budayanya sangat eksotik dengan rangkaian atraksi yang dipersiapkan oleh Pemkab Rote Ndao dalam festival ini, merupakan sebuah bagian yang tak terpisahkan dari jualan pariwisata Rote Ndao.

Menurutnya, kita bersyukur Bupati Rote Ndao dengan suluruh kemampuan telah membuat Festival Mulut Seribu sangat sukses. “Menurut saya selaku seorang gubernur ini adalah salah satu festival yang sangat sukses yang pernah saya kunjungi,” katanya.

Festival Mulut Seribu, kata dia, kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan festival ini harus terus diperbaiki ke depan, agar pelaksanaan ke depan lebih baik.

“Nanti ke depan kita bikin yang lebih baik karena festival itu kalau sudah tiga kali dilaksanakan secara konsisten akan mendapat suntukan APBN,” ujar Viktor.

Dikatakan Viktor, pariwisata memang sudah menjadi perhatian dunia sebagai kekuatan ekonomi. Pada tahun 2017 di Changzhou, China telah dilaksanakan sebuah rapat besar yang diikuti seluruh negara di dunia dan memutuskan bahwa pariwisata sebagai kekuatan ekonomi dunia.

Mengapa pariwisata begitu diyakini sebagai kekuatan ekonomi dunia karena memang lewat pariwisata semua sendi-sendi kehidupan, seluruh bidang dalam kehidupan manusia ikut terlibat.

“Di pariwista itu orang jalan saja bikin orang suka, ngomong orang senang, senyum saja orang sudah bahagia. Itulah pariwisata yang mampu menghipnotis dan membuat secara phsikis terbawa dalam alam yang dicreate seperti ini,” katanya.

Masih menurut Viktor, awal November mendatang NTT akan ambil bagian dalam sebuah kegiatan besar pariwisata dunia World Trade Market di London, Inggris. Di mana untuk pertama dalam sejarah Republik ini NTT punya stand tersendiri di arena event pariwisata terbesar kedua dunia itu.

“Di pameran tersebut akan dibawa semua atraksi pariwisata NTT. Dalam event ini juga ikut perusahaan perhotelan Internasional Grand Hyat yang sangat berminat berinvestasi di NTT. Walaupun hingga saat ini Grand Hyat belum ada di NTT tapi dia berkeinginan dan membayar untuk ikut dalam stand NTT di World Trade Market London,” imbuhnya.

Selain itu, kata Viktor, NTT ditetapkan oleh Lonely Planet sebagai destinasi paiwisata terbaik di dunia tahun 2020.

Dengan demikian, kata dia, NTT akan menjadi tujuan wisata yang diburu oleh wisatawan dunia. Sehingga, Pemkab Rote Ndao perlu mengantisipasi lonjakan wisatawan nantinya datang karena Pulau Rote sangat eksotik, namun sangat kecil untuk menampung jumlah yang banyak orang.

“Pemerintah Rote Ndao perlu merencanakan grand design pariwisata, yang mengatur secara cermat berapa banyak daya tampung wisatawan dan dari kelas apa saja. Harus dipikirkan secara baik wilayah-wilayah mana saja untuk social class, midlle class, dan deluxe class tourism,” katanya.

Bupati Rote Ndao Pulina Haning-Bullu dalam sekapur sirihnya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang telah menetapkan telah menetapkan 7 Prioritas Destinasi Wisata, salah satunya kawasan Mulut Seribu. Hal ini kami selaku pemerintah dan masyarakat mensyukurinya sekaligus menjadi motivasi untuk lebih berinvonasi di bidang pariwisata.

Sebagai langkah konkret, kata dia, Pemkab Rote Ndao dengan dukungan Pemprov NTT melaksanakan kegiatan Festival Mulut Seribu ini.

Terima kasih pula disampaikan kepada Gubernur NTT yang telah merekrut 10 orang anak Desa Daiama dan sekitarnya untuk diberikan pelatihan Bahasa Inggris di Kediri, Jawa Timur untuk dipersiapkan menjadi guide pada objek wisata Mulut Seribu ini.

Paulina berharap Pemprov terus memberikan dukungan dengan membantu memperkenalkan pula objek wisata Laut Mati yang merupakan satu-satunya di Indonesia, yakni di wilayah Kecamatan Landu Leko, serta panorama eksotik Pantai Ososole di Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, serta objek wisata lainnya. Sehingga, bidang pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.  (MTC01)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top