Berita Utama

Pemda TTS Tidak Ada Kajian Matang Soal Seleksi Perangkat Desa

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE.METROTIMOR.com—Seleksi Perangkat Desa Terus menerus diundur oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Bahkan Seleksi Perangkat Desa Sudah berulang Tahun.

Hingga saat ini belum ada kepastian dari Pemda TTS,baik Bupati Maupun kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).Terakhir Kali Pemda TTS Menargetkan Proses dilanjutkan bulan September 2019,Tetapi sayangnya itu hanya isapan jempol belaka alias Berbohong.

Alasan terbaru karena seleksi perangkat pertama kali dilakukan di Indonesia oleh pemda TTS sehingga Bupati mengatakan bahwa enggan jadikan “kelinci percobaan,”.

Ia pastikan lagi Setelah ada DPRD devinitif dan pelantikan presiden barulah proses dilanjutkan.

Sejumlah masyarakat di TTS berharap agar proses seleksi perangkat desa jangan berlarut –larut, apalagi Sebelumnya sejumlah tahapan sudah dilakukan Melalui Dinas Teknis DPMD Kabupaten TTS Sepertinya Pembentukan Panitia seleksi (Pansel) Tingkat Kabupaten Hingga Tingkat Desa.

Informasi yang dihimpun secara Teknis Dinas PMD Siap lanjutkan seleksi perangkat Desa tetapi belum ada instruksi Bupati TTS.

Ketua Pospera TTS Yerim Yos Fallo kepada METROTIMOR.COM mengatakan terkait seleksi perangkat sudah ada acuannya yang diterbitkan oleh Pemda TTS yaitu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 tahun 2018.

Ia mengatakan perbup tersebut Dari mantan Bupati Paulus Mella, tetapi pemerintah Sekarang juga ada Di dalam nya yaitu Pak Epy (Bupati TTS) masih menjabat sebagai PLT Sekda yang sekarang jabat sebagai Bupati.

Menurut Yerim Yos Fallo ia menilai bahwa ini ada kelemahan dalam penerapan Perbup tersebut, Karena setelah terbit dan ada pembukaan waktu lalu orang mendaftar,ini ada akibat yang terjadi Bahkan Yerim menuding ini tidak ada kajian yang matang dan praktek yang tidak tepat dari Pemda TTS.
Menurut Ketua Pospera TTS bahwa kalau Di awal tidak dihentikan oleh Pemda TTS mungkin sudah selesai.

Menurut yerim dirinya pernah berdialog secara terbuka dengan Bupati TTS, yerim mengatakan bahwa dihentikan karena ada kepentingan politik.

Dirinya sampaikan bahwa lebih kepikiran politik tetapi tidak dipertimbangkan akibat terhadap persoalan rakyat tentang perbup yang di buat.
“Contoh kalau satu Desa yang lamar 10 sampai 20 orang kalau kali 266 Desa kita hitung saja 10 pelamar kali 266 Desa Totalnya 1.266 orang lebih Banyak biaya yang dikeluarkan oleh ribuan orang, Lalu sampai dengan saat ini dihentikan dan tarik ulur ini tidak ada kepastian pasti buat ribuan orang yang sudah melamar, sehingga kebijakan yang merugikan ribuan masyarakat TTS. Alasan merugikan masyakat misalkan hal sederhana Dokumen -Dokumen sudah kadaluarsa misalkan SKCK karena massa berlakunya cuman 6 bulan, karena tertunda otomatis dilanjutkan masyarakat harus mengeluarkan biaya untuk urus lagi,” kata Yerim tegas

Ini sangat disayangkan persoalan di ciptakan oleh pemda untuk mengorbankan masyarakat dirinya berharap Seleksi perangkat Desa dituntaskan karena SDM di Desa Sangat dibutuhkan.

Lebih lanjut katanya Pemda harus tegas sehingga ada kepastian kepada masyarakat yang sudah mendaftar dan juga kpertanggungjawaban keuangan yang sudah dikeluarkan oleh Pemda TTS.

Sementara itu, Lusyana Tusalakh Anggota DPRD TTS Senin,(07/10 2019) kepada Metrotimor.Com mengatakan bahwa ini seolah -olah Pembohongan Besar Kepada masyarakat TTS Soal Seleksi Perangkat Desa.

“misalkan Regulasi belum ada yah wacana saja tidak perlu ada mengeluarkan pengumuman untuk perekrutan seleksi perangkat Desa, Sehingga masyarakat tidak direpotkan soal ini.
“Nanti kerugian masyarakat siapa yang bertanggung? Ini seharus berjalan jangan banyak alasan, toh nanti ada ruang evaluasinya,” pinta Lusi.

Sangat disayangkan sebagian Tahapan sudah dilakukan seperti pembentukan Panitia dari Tingkat Kabupaten Hingga Tingkat Desa tentu sudah melalui kajian dan Sudah ada Peraturan Bupati (Perbup), kenapa tidak eksekusi pelaksanaannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Minggus Mella dihubungi via Whats App,Senin (7/10/2019) mengatakan jika ada Perbup atau Perda baru berproses. “Perda n Perbup ada baru kita berproses,” cetusnya.

dipastikan METROTIMOR.com terkait adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 tahun 2018 tentang Seleksi Perangkat Desa, secara diplomasi menjawab ada “Perda n Perbup ada baru kita berproses,”katanya mengakhiri. (Jekson Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top