Berita Utama

FPPKUB TTS Sikapi, Kasus Vidio UAS Menyinggung Simbol Salib Kristen

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

 SoE, METROTIMOR.com—Forum Pemuda Pengawal Kerukunan Umat Beragama Timor Tengah Selatan (TTS) Menyikapi conten ceramah Ustat Abdul Somad yang menyinggung symbol sakral agama Katolik dan Agama Kristen Protestan pada umumnya sebagai bentuk dan sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ustat Abdul Somad adalah momok terhadap kerukunan kehidupan umat beragama yang sudah terjalin selama ini. Penggalan video Ustat Abdul Somad yang  viral di media sosial tentunya memancing amarah dan kecaman tidak hanya umat nasrani tetapi kecaman serupa juga datang dari umat muslim Indonesia umumnya dan umat muslim TTS khususnya.

 

Bagi FHHKB, tidak ada alasan pembenaranbagi Ustat Abdul Somad untuk memberikam ceramah kepada jamaahnya sekalipun dalam lingkup yang terbatas dan tertutup untuk menista agama manapun sebagaimana dalam penggalan video yang viral belakangan ini.

 

FPPKUB berpadangan bahwa sikap dan cara ceramah Ustat Abdul Somad dilakukan secara  sadar, sengaja,  serta tahu dan mau untuk menyakiti hati pemeluk Kristiani.

 

Kami yang tergabung dalam Forum Pemuda Pengawal Kerukunan Umat Beragama (FPPKUB) TTS yang terdiri dari Pemuda Katholik TTS Komunikasi Generasi Muda Nahdatul Ulama Cabang TTS, Pemuda GMIT Efata Soe, Remaja Masjid Al-Iklas SoE, Pemerhati Sosial Kab. TTS dan Pemuda TTS Soe berpandangan :

 

  1. Bahwa ceramah  yang disampaikan ustat Abdul Somad dalam penggalan video yang viral belakangan ini tentang salib dan patung Yesus Kristus sebagai “JIN KAFIR” adalah pandangan pribadi Ustat Abdul Somad dan bukan pandangan umat Muslim pada umumnya dan tidak perlu diikuti.

 

  1. Bahwa ceramah yang disampaikan oleh Ustat Abdul Somad walaupun dalam lingkup khusus bagi jamaah pengikutnya dengan menyinggung simbol sacral agama Kristiani dengan mimic yang yang melecehkan adalah bentuk ceramah yang menzolimi umat Kristiani.

 

  1. Bahwa sebagai pemimpin agama atau penceramah, Ustat Abdul Somad telah memupuk virus kebencian antara umat beragama.

 

  1. Bahwa sebagai ustat, Abdul Somad TIDAK mencerminkan seorang penceramah yang membawa kesejukan, kedamaian dan suka cita bagi pengikutnya tetapi sebaliknya memupuk rasa kebencian dan intoleransi antar umat beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

Oleh Karena itu, FPPKUB TTS, menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Mendesak POLRI agarsegera memproses Ustat Abdul Somad sesuai hukum yang berlaku atas pengaduan yang dilayangkan oleh beberapa ormas (PMKRI, GMKI, Forkoma dan Brigade Meo) baik ke Mabes POLRI, POLDA NTT maupun ke Polres Sikka.
  2. Mendesak Ustat Abdul Somad untuk segera meminta maaf secara terbuka melalui media masa baik media elektronik, media cetak maupun media online lainnya.
  3. Meminta kepada aparat keamanan (TNI/POLRI) untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban umum di wilayah Kabupaten TTS
  4. Menghimbau para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda di TTS untuk TIDAK memprovokasi masyarakat dan umat demi terciptanya keamanan, kedamaian dikalangan masyarakat yang majemuk.
  5. Kepada seluruh warga masyarakat dan umat di Kabupaten TTS tercinta, agar terus memupuk rasa toleransi antar umat beragama, demi terciptanya kedamaian dan keamanan bersama.
  6. Kepada pengguna media sosial (facebook, WhatsApp, instagram, twitter dan media sosial lainnya) untuk TIDAK memosting status atau menshare conten yang berbau SARA baik di wall pribadi maupun di Group.

Demikian siaran pers yang diterima METROTIMOR.com, Rabu 21 Agustus 2019 yang ditanda-tangani oleh Koordinator FPPKUB TTS Paul Papa Resi,SH. (*Jekson Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top