Berita Utama

Apa kabarmu pembangunan Gedung PAUD Nulle?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE, METROTIMOR.com–Desa Nulle yang terletak di Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan ini, pada tahun 2018 lalu melalui musyawarah desa telah menyepakati untuk membangun sarana pendidikan dasar di desa tersebut berupa pembangunan gedung PAUD. Pekerjaannya pun telah dilakukan sebelumnya, namun ironisnya, sarana pendidikan untuk anak usia dini tersebut seolah menjadi mimpi tak bertepi bagi masyarakat desa setempat. Akankah proses pekerjaannya dapat dilanjutkan? Dapatkah sarana tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat desa Nulle?
Sarana pendidikan dasar merupakan salah satu prioritas pembangunan desa tahun 2018. Sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018.
Pada bagian kesatu bidang pembangunan desa pasal 5 terdapat instruksi agar Dana Desa digunakan untuk membiayai pembangunan desa yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dengan prioritas penggunaan Dana Desa diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan Pembangunan Desa. Selanjutnya pada huruf b (pasal 5) menyebutkan bahwa pengadaan, pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana prasarana pelayanan sosial dasar untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat, dan pendidikan serta kebudayaan.
Di desa Nulle misalnya. Instruksi ini telah ditindaklanjuti dengan menganggarkan dana senilai Rp. 144.505.815 untuk melakukan pembangunan gedung PAUD. Bahkan, semua kebutuhan biaya telah dicairkan namun gedung tersebut belum bisa digunakan lantaran proses pembangunanya masih ‘jalan di tempat’.
Menyikapi hal ini, ketua Aliansi Anti Korupsi (Araksi) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Alfred Baun telah angkat bicara. Dia (Alfred Baun, red) menduga bahwa pelaksanaan pembangunan gedung PAUD Nulle telah merugikan negara senilai Rp. 119.000.000. Dengan demikian maka dana senilai Rp. 25.505.815 baru digunakan dari total kucuran dana desa senilai Rp. 144.000.000 untuk kegiatan tersebut.
Selain itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Timor Tengah Selatan Georde D. Mella juga telah merespon mangkraknya pembangunan gedung PAUD Nulle. Bahkan dia (Kadis. PMD, red) mengatakan akan mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami akan ambil tindakan, bahkan tindakan tegas jika pembangunan gedung PAUD tidak diselesaikan. Semua proses pembangunan yang didanai oleh Dana Desa harus ada asas manfaatnya untuk masyarakat”, tegas George D. Mella, di penghujung kegiatan Bursa Inovasi Desa di Kantor Camat Mollo Utara pada Rabu 24 Juli 2019 lalu.
Walaupun telah ada keluhan masyarakat bahkan desakan untuk menyelesaikan pembangunan gedung PAUD tersebut, namun hingga kini belum menunjukan adanya tanda-tanda dimulainya proses pembangunan lanjutan. Dan untuk menindak-lanjuti persoalan tersebut, masyarakat kini berinisiatif untuk melaporkannya ke Kejaksaan Negeri TTS.
“Kami merasa dirugikan, apalagi ini merupakan sarana pendidikan yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat desa Nulle. Untuk itu, semua yang terkait dengan pembangunan gedung PAUD sementara dipersiapkan untuk dilaporkan ke Kejaksaan Negeri TTS”, tutur Arman Tanono bernada kesal yang berkapasitas sebagai pemuda di desa Nulle. (Jekson Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top