Berita Utama

ARAKSI terus Pantau Dugaan Proyek Mangkrak PAUD Nulle

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SOE.METROTIMOR.COM— Ketua Aliansi Anti Korupsi (Araksi) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Alred Baun S.H kepada MetroTimor.Com, belum lama ini  melalui Layanan Whatsup (WA)  mengatakan terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Fasilitas pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Nulle Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pihaknya akan terus berkoodinasi dengan Pihak Polres TTS, Sebab Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Paud Tersebut sudah dilidik Polres TTS.

Sebelumnya dilansir METROTIMOR.COM Pembangunan Gedung PAUD Tersebut Bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran  2018 dengan Pagu Anggaran Sebesar Rp.144.000.000.

Menurut Alfred Baun Ketua Aliansi Anti  Korupsi (Araksi) menduga Kerugian Negara Mencapai  Rp.119.000.000 Pembangunan tersebut Saat Mantan Kepala Desa Nulle Oskar Selan.

Dikatakan Alfred Bahwa Menurut Temuan Araksi Pembangunan Gedung PAUD Tersebut Baru Mencapai 30%  Beberapa Aitim Pekerjaan Yang tidak sesuai dengan RAB  sehingga itu diduga terindikasi Korupsi.

Dikatakannya bahwa sesuai Penelusuran Araksi Pekerjaan Tersebut Ditunjuk Langsung oleh Mantan Kepala Desa Oskar Selan Kepada CV. Happy Happy Bangunan Kapan. Selain itu,  hingga saat ini pekerjaan Pembangunan Gedung PAUD Nulle  tersebut baru dikerjakan 30%.

Pembangunan PAUD Tersebut tepatnya Di Desa Nulle Dusun B RT/RW 07/04 Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten TTS.

Menurutnya Dari Pagu Anggaran Sebesar RP.144.000.000 Baru terpakai Sebesar RP.25.000.000 Araksi Menduga bisa merugikan Negara sebesar Rp.119.000.000. Pembangunan Gedung Paud Tersebut oleh  CV.Happy Mart Sudah dibayarkan Sebesar RP.45 juta. Hal ini juga diakui oleh PJ Kades Nulle La’asar Selan

Sementara itu, Ketua TPK Desa Nule Yoksan Selan  Yang dikonfirmasi mengaku bahwa memang benar pekerjaan gedung PAUD tersebut itu betul mandek dikarenakan Uang tidak ada, Karena uang tersebut dipegang oleh Bendahara Desa.

“ketika kami minta kelanjutan gedung tersebut tidak ada uang, sehingga Kuat Dugaan Araksi  Bahwa Pencairan Keuangaan Gedung Paud tersebut untuk Pembayaran Pajak Pembangunan beberapa item pekerjaan, ” katanya

Padahal setiap item pekerjaan sudah ada PPN nya, Tetapi Uang Gedung PAUD tersebut dipakai untuk Pembayaran Pajak, Sehingga Mandek pengerjaan gedung PAUD tersebut.

Dengan kejadian ini Araksi akan terus kawal hingga ada titik terang dan masyarakat Nikmati Pembangunan tersebut, Pj Kades La’asar Selan mengaku sesuai dengan Pengakuan TPK bahwa uang tidak ada lagi.

Menurut Alfred Bahwa Pembangunan Gedung Paud Tersebut sesuai hasil investigasinya Pekerjaan yang Pagu Anggarannya senilai Rp144 juta tidak memiliki hubungan kontraktual dengan Rekanan CV.Happy Bangunan.

Terkait kasus tersebut Rabu,(17/07/2019) Ketua Araksi Alfred Baun S.H akan melakukan, koordinasi dengan pihak Tipikor Polres TTS.

Alfred menyayangkan Terlambatnya Pembangunan Gedung  Paud Nule,sebab menghambat proses KBM Pada Paud tersebut.

Pihaknya menambahkan bahwa kasus tersebut sudah dilidik oleh pihak TIPIKOR Polres TTS Ia pun akan terus mengawal kasus ini hingga ada titik terang. (Jakson Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top