Berita Utama

Semangat berdesa

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sistem pemerintahan desa telah ada jauh sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan. Walau masih sangat tradisional, tetapi desa kala itu telah menjalankan roda pemerintahan yang dipimpin oleh Pamong (sebutan dari daerah jawa) Orkay untuk daerah Maluku Barat Daya, Temukung untuk Rote Ndao, dan masih banyak sebutan lain yang pakai untuk menyebut pemimpin mereka.
Seiring dengan lahirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, mulai tampak bergeliatnya masyarakat desa untuk membangun desanya masing-masing. Laksana sebuah kompetisi ‘mengharum’ desanya, semua elemen diikut-sertakan dalam berkeputusan.
Beragam kelompok masyarakat yang ada di desa dilibatkan aktif dalam setiap proses pembangunan. Seperti petani, nelayan, buruh tani, perajin, kaya, miskin, bahkan kelompok difabel, terlebih kaum perempuan, diberikan peluang yang sama untuk membangun desa. Termasuk dalam pembangunan sosial, pemberdayaan kelompok rentan, melalui proses yang transparan, partisipatif, dan demokratis. Inilah semangat anak desa yang semakin mengilhami untaian ‘membangun dari desa’ (Nawacita Jokowi-JK).
Dengan semangat itulah berdampak pada realita membangun desa. Mulai dari membangun/memperbaiki infrastruktur pertanian dan sarana umum lainnya, meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa serta kegiatan pembangunan lainnya, merupakan potret ‘perlombaan’ untuk menata desa menuju kemandirian. Kendatipun masih ada anggapan bahwa desa masih sangat ‘lemah’ untuk mewujudkan impiannya, namun semangat membangun desa terus berkobar dalam dada setiap anak desa.
Demikian halnya yang dilakukan oleh pemerintah desa Mbiu Lombo Kecamatan Ndao Nuse. Terletak di pulau Ndao yang jauh dari hiruk-pikuk ramainya desingan kendaraan bermotor, begitulah suasana khas lima desa yang tergabung sebagai wilayah Kecamatan Ndao Nuse. Walau masih sangat terbatas terhadap akses informasi dan komunikasi namun tak membatasi semangat untuk berbenah diri. Inilah komitmen Pemerintah Desa Mbiu Lombo yang ‘dinahkodai’ oleh Abraham Bunga sebagai penjabat Kepala Desa Mbiu Lombo saat ini.
Terbentuknya Mbiu Lombo dari pemekaran Desa Ndao Nuse yang saat itu (sebelum pembentukan Kecamatan Ndao Nuse) adalah satu-satunya desa di Kecamatan ini (Ndao Nuse). Didirikan pada tahun 2011, Mbiu Lombo memiliki luas wilayah desa 2,17 km² dan dimpin oleh Daniel Sepeh sebagai Kepala Desa Mbiu Lombo pertama.
Kini, desa Mbiu Lombo mulai menunjukan geliatnya untuk berbenah diri. Jika dahulu, sebelum adanya dana desa, kondisi infrastruktur perhubungan misalnya jalan desa hanya seadanya (jalan tanah/makadam) kini telah terbangun jalan rabat beton. Kebutuhan sarana penunjang aktititas transportasi tersebut dibangun menggunakan dana terbanyak yang bersumber dari Dana Desa. Realita ini menunjukan keseriusan pemerintah desa menjalankan amanat perundangan yang berlaku. Selain itu, peran aktif masyarakat desa Mbiu Lombo merupakan kunci keberhasilannya . (***)

Mbiu lombo kini dan nanti
Beragam cara pembangunan dilakukan di setiap desa sebagai dampak penggelontoran dana desa. Membangun BUMDesa sebagai bentuk dukungan peningkatan ekonomi masyarakat adalah hal terpenting dalam APBDesa saat ini. Semua desa seakan berlomba untuk membangun desanya dengan segala sumber daya yang dimiliki.
Di Mbiu Lombo Misalnya. Kendatipun Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa (PKPKD) berstatus penjabat, saat ini berhasil membuat terobosan kekinian untuk menjawab kebutuhan desa. Melalui peningkatkan kapasitas perangkat desa, Penjabat Kepala Desa Mbiu, Abraham Bunga berharap kelak desa yang dipimpinnya menjadi tempat belajar di Kecamatan Ndao Nuse.
“Tahun depan, kami (Desa Mbiu Lombo) akan fokus pada pengembangan Sistem Administrasi Desa sehingga memudahkan pelayanan administrasi kependudukan. Jika hal ini berjalan lancar, maka Mbiu Lombo bisa dijadikan tempat study banding di Kecamatan Ndao Nuse”, pungkas Abraham.

Max

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top