Humaniora

Ndao “Pung” Carita

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

 

Bagi anda yang pernah ke pulau Ndao, pasti telah merasakan ‘goyangan’ selat Loikely. Dengan waktu tempuh tak lebih dari sejam, selat ini mampu memacu adrenalin. Dan bila ada yang memiliki riwayat sakit jantung, sebaiknya jangan pernah ke sana. Tetapi jika sekedar ingin menikmati sensasinya, silahkan mencoba melakukan penyeberangan sekarang. Dijamin, pasti ada kesan tersendiri setelah tiba di pantai Ndao. Dan kesan itu adalah kecebur di pantai Ndao bila tak ingin dipanggul turun oleh awak perahu.

Pagi itu, di pantai Delha sekira pukul 04.00 pagi (wita) penumpang perahu motor Enam Putri yang hendak menuju pulau Ndao bergegas naik ke perahu yang ditumpangi. Para awakpun hilir-mudik/sibuk mengemas barang bawaan penumpang. Sementara awak lainnya merapikan ke dalam perahu.

Terlihat cukup sulit beberapa awak perahu berusaha mengangkat sepeda motor secara bersama-sama ke atas perahu tersebut. Tapi begitulah yang harus mereka (awak) lakukan ketika sepeda motor adalah salah satu barang bawaan penumpang ke pulau Ndao begitupun sebaliknya.

Satu per satu penumpang mulai mengambil posisi masing-masing, dan saya termasuk salah satu penumpang saat itu. Ada yang menempati dalam buritan, tetapi saya dan beberapa penumpang lainnya memilih duduk di atas buritan.

Sesaat sebelum jurumudi memutuskan untuk memberangkatkan perahu motor, terlebih dahulu memastikan keberadaan semua penumpang serta barang bawaan yang dibawa. “Semua su lengkap ko?, tanya seorang awak berdiaklek khas Rote Ndao.

Setelah lengkap, terdengar perintah jurumudi dengan menggunakan bahasa Ndao, Kaso…..kaso…..kaso adalah kata yang diucapkan Jurumudi berulang-ulang dengan cepat. Para awak pun menarik tali jangkar perahu tersebut. Ternyata ‘kaso’ yang diucapkan jurumudi tadi dalam bahasa Ndao bermakna ‘jalan’. Dan perahu kami diberangkatkan setelah mesin motor dihidupkan.

Loikely, selat penuh sensai

Wow….perlahan mulai terasa sedang bermain ayunan. Perahu motor yang ditumpangi mulai miring ke kiri kemudian ke kanan secara bergantian dihantam gelora Loikely.

 

Sesekali  jurumudi merubah haluan (arah perahu motor) untuk mengikuti gelombang agar tidak mengantam bagian lambung perahu motor. Tetapi tetap saja perasaan was-was terlanjur dipikirkan bagi kami yang baru pertama kali merasakan hal tersebut.

Dag-dig-dug-deg, jantung semakin kuat berdebar dan kuat terasa dari dalam dada saya. Berungtunya tidak sampai underdog. Begitulah perasaan cemas dialami siapa saja yang tercatat sebagai penumpang baru (pemula) pada penyebrangan saat itu.

Sementara terselimuti perasaan cemas yang kian berkecamuk, tak sedikit penumpang lainnya terlihat santai dan larut dalam perbincangannya. Seolah mereka tak merasakan sesuatu yang menakutkan. Hmmmm, apakah mereka tidak takut jika perahu kami mengalami hal naas?, guman saya dalam hati. Tapi bagi mereka adalah hal biasa, karena Loikely memang sudah menjadi sahabat dalam setiap penyebrangan melewati selat ini.

“Sonde (maksudnya tidak) apa-apa kaka. Ini belum seberapa. Selat ini memang begini. Terkadang kami harus basah kuyup didera gelombang besar. Tetapi saat ini, Loikely masih sangat tenang”, demikian seorang pria paruh baya berusaha menenangkan sambil menepuk pundak saya.

Walah-walah….dibilang tidak apa-apa tetapi saya melihat persis dari haluan perahu bagian kanan gelombang tinggi bergulung-gulung saling kejar ke arah pulau Do’o. Pecahnya gelombang tersebut semakin menakutkan dengan suara khasnya yang menderu.

Saya memang takut, tetapi setidaknya pernah merasakan penyebrangan penuh senasasi tersebut. Menikmati indahnya alam buatan Tuhan Yang Esa, serta berkesempatan menginjakan kaki di pulau Ndao. Bahkan ketika hendak turun dari perahu, setiap penumpang baik pria dan wanita harus dipanggul. Terasa menggelitik, tapi begitulah yang harus dilakukan bila tak ingin kecebur. Itulah kisah perjalanku di Pulau Ndao.

Catatan Perjalanan Max Saleky, Mantan Pemimpin Redaksi Tabloid NTT POS

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top