Berita Utama

Rembuk Stunting, 65 Desa di Rote Ndao jadi Lokus Stunting

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ROTE NDAO,METROTIMOR.com–Kabupaten Rote Ndao  perlu dibangun secara bersama-sama, bukan hanya oleh Pemerintah saja, tetapi oleh segenap elemen masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Demikian diungkapkan Bupati Rote Ndao,Paulina Haning Bullu,SE saat membuka kegiatan Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Rote Ndao yang dilaksanakan diauditoirum Bumi Tii Langga,Sabtu (26/5/2019).

Bebrapa hari yang lalu saya telah menandatangani komitmen untuk percepatan percepatan stunting di Kabupaten Rote Ndao, hari ini adalah kedua kali saya hadir sebagai komitmen secara serius menangani stunting.

Saya memberipakan apresiasi kepada para kepala OPD yang saat ini mengikuti hasil penyusunan analisis situasi (aksi 1) dan rencana kegiatan ( aksi 2).

Kabupaten Rote Ndao kita telah melaksanakan aksi 1 dan 2 dan hari ini kita laksanakan aksi 3 untuk percepatan stunting.

Dikatakanya Kabupaten Rote Ndao telah memperoleh 65 Desa Lokus Stunting diwilayah ini,beberapa OPD berkoordinasi dibawah pimpinan Balitbang untuk rencana program  kegiatan diharapkan dapat menurunkan angka stunting.

masalah penanganan Stunting di Kabupaten Rote Ndao Pemerintah menyambut baik Program tersebut. Hal ini tertuang dalam  Arah Kebijakan Rote Ndao yaitu Meningkatkan kualitas hidup manusia melalui Pemerataaan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan, Pelatihan Keterampilan, serta Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat.

Kerangka Kebijakan Penanganan Stunting tertuang dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No. 18 Tahun 2012. Indonesia bergabung dalam Gerakan Global Scaling Up Nutrition (SUN) Movement pada Tahun 2011, Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (Gernas PPG) dan Pencegahan Stunting tercakup dalam RPJMN 2015-2019.

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan pada 2018 menemukan 30,8% anak Indonesia mengalami stunting.

Prevalensi ini turun dari angka 37,2% pada tahun 2013,tetapi angka stunting tetap tinggi dan masih terdapat 2 Provinsi di Indonesia dengan Prevalensi stunting diatas 40% salah satunya adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Anak stunting di Kabupaten Rote Ndao adalah 46,7% dengan total 2.690 balita stunting. Ini adalah angka yang tergolong tinggi karena target nasionalnya adalah kita harus menurunkan prevalensi stunting hingga minimal 20%.

Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan pertemuan ini diharapkan semua pihak bisa saling berkoordinasi dengan baik demi terwujudnya penurunan prevalensi stunting di kabupaten Rote Ndao.

Selain itu, diharapkan hasil pertemuan ini kita akan mempersiapkan aksi 4 untuk penyusunan peraturan Bupati tentang percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rote Ndao dari semula sesuai data 46 persen turun menjadi 40 persen. Serta TIM percepatan penurunan stunting dan dokumen strategi komunikasi perubahan perilaku sebagai produk hukum dan kebijakan untuk memperkuat komitmen bersama mengatasi stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Diakhir kegiatan, ditandatangi Kesepakatan dan Komitmen Bersama penanggulangan stunting antara Rote Ndao, Dinkes Provinsi NTT, Bappeda Provinsi NTT,Kepala Puskesmas, Tokoh Agama dan  65 Kepala Desa dan beberapa Jurnalis lokal. (mtc01)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top