Belu

Bupati Belu Berikan Apresiasi Kepada Tim Peneliti Inventarisasi Karya Budaya Tarian Tebe BPNB Bali Nusra

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Atambua,metrotimor.com–Untuk  pelestarian nilai-nilai yang terkandung dalam tarian Tebe, tim peneliti dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali  Direktorat  Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki lingkup kerja di Provinsi Bali, Provinsi NTB dan Provinsi NTT, melakukan Inventarisasi  Karya Budaya Seni Pertunjukan Tebe di Kabupaten Belu NTT, yang dilakukan sejak tanggal 06 sampai dengan tanggal 12 Mei 2019, bertempat di Kecamatan Tasifeto Barat desa Tukuneno, dalam wilayah suku dan kekuasaan kerajaan Lidak.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah mencari sumber utama data-data penting tentang asal mula adanya tarian Tebe di Belu, khususnya di bekas wilayah kekuasaan kerajaan Lidak sejak jaman dulu hingga sekarang.

Tim Peneliti BPNB Bali, I Made Suarsana,  Yufiza, I Gusti Ngurah Jayanti, I Putu Kamasan Sanjaya, kepada media ini mengatakan, dalam Era Modernisasi dan Globalisasi yang semakin melaju, dikuatirkan karya-karya budaya asli peninggalan leluhur seperti Tari Tebe, semakin hari akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat Belu, oleh karena itu sangat penting untuk dilakukan Inventarisasi sehingga mendapat penetapan sebagai karya budaya milik Bangsa Indonesia dan dilestarian sepanjang jaman.

“Kami mencari data-data lengkap dari para tokoh-tokoh adat Belu. Kami lakukan juga Forum Group Discusion dan dilanjutkan dengan perekaman video Tarian Tebe.
Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh adat, kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, Marianus Loe Mau,SH, para staf dinas tersebut serta pewaris bangsawan kerajaan Lidak, Raja Manek Yohanes Kristian,  dan Kepala desa Tukuneno Siprianus Neding,”.ujarnya.

Salah satu anggota Tim Peneliti, I Putu Kamasan Sanjaya, mengatakan, tarian Tebe, masih ada dan sedang tumbuh berkembang di wilayah Kabuapten Belu. Oleh karena itu harus didukung oleh pemerintah sehingga tetap lestari bersama kandungan nilai-nilai luhur didalam gerak-gerak tarian serta asesoris yang digunakannya.tuturnya.

Sementara, I Gusti Ngurah Jayanti dan Yufiza,  yang juga adalah anggota Tim Peneliti, menjelaskan bahwa, hal-hal yang penting untuk diinventarisir oleh pihak BPNB Bali adalah, latar belakang sejarah munculnya tarian Tebe di Kabupaten Belu, bagaimana bentuk dan fungsi serta makna tarian Tebe, dan upaya-upaya serta langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah demi kelestarian tarian Tebe tersebut.jelasnya.

Setelah melakukan perekaman Video Tarian Tebe secara lengkap, tim peneliti difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, untuk bertemu dengan Bupati Kabupaten Belu, Willybrodus Lay,SH. Dalam pertemuan itu, Bupati Belu yang didampingi Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Belu memberikan apresiasi atas segala yang telah dilakukan oleh pihak BPNB Bali, yang selalu peduli untuk melestarikan karya-karya budaya yang ada di NTT, khususnya di wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

“Saya berharap kerjasama yang berkesinambungan ini terus dilakukan sehingga karya-karya budaya yang ada di kabupaten Belu, mendapat perhatian khusus dari pihak BPNB untuk diinventarisasi sehingga mendapat penetapan secara nasional sebagai karya budaya bangsa Indonesia milik masyarakat Belu,”.pintahnya.

Bupati Belu juga mengucapkan Terimakasih kepada BPNB Bali Nusra yang telah berupaya mendata dan menginventarisasi Tarian Tebe untuk kepentingan bangsa dan Negara kita.

“Semoga selalu terjalin kerjasama yang berkesinambunagn antara BPNB Bali Nusra dan Pemerintah Kabupaten Belu, dalam hal upaya pelestarian nilai-nilai karya budaya milik masyarakat Belu untuk kekayaan budaya Nasional kita,”.harapnya. (anis ikun).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top