Berita Utama

Di Tahun 2019, Tidak Ada Kekurangan Pupuk Urea di Rote Ndao

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ROTE NDAO, METROTIMOR.Com– Sejak kemarin Selasa 11 Maret 2019 Kapal KM Merak Indah 2 berlabu di Pelabuhan Kota Ba’a, Kabupaten Rote Ndao membawa muatan pupuk Subsidi khusus jenis urea berkapasitas 1.000 toh milik PT.Pupuk Kaltim.

AAE Pupuk Kaltim NTT – Rote Ibrahim Patiraya Battu, SP kepada Media ini di Pelabuhan Ba’a, Kamis (14/3/2019) mengatakan, pihaknya menggunakan jasa KM Merak Indah 2 mendistribusikan pupuk urea sebanyak 1.000 ton  guna melayani kebutuhan rakyat petani Rote Ndao untuk tahun anggaran 2019.

Dan, sisahnya dipersiapkan untuk tahun berikutnya.

” Lazimnya, yang melakukan pengangkutan dari Kupang sebelumnya itu pihak produsen pupuk Kaltim menggunakan jasa expeditur pemenang tender, tetapi sering terkendala cuaca karena kapal yang jalan cuman satu,” tutur Ibrahim.

Pupuk urea  1.000 ton tersebut dikabarkan kini dalam proses pembongkaran dan dititipkan di gudang Milik PT.BGR Rote Ndao.

“kami hanya menyediakan stok saja, untuk pendistribusian ke petani akan dilakukan oleh distributor CV suara mas dan pengecer lewat penebusan pupuk sesuai kebutuhan wilayahnya masing-masing, tentunya sesuai data kuota pada SK  dan RDKK  masing-masing,” pungkas Ibrahim.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao Salmun Haning membenarkan telah mendapat laporan dari Distributor CV.Sinar Mas bahwa telah tiba KM Merah Indah 2 membawa pupuk urea tiba di pelabuhan dengan kapasitas 1.000 ton untuk kuota tahun anggaran 2019 saat ini per 5 Maret 2019 sebanyak 1.183.40 ton dan sisahnya 825.60 ton.

Dengan begitu, adanya pendropingan lagi dari PT.Pupuk Kaltim 1.000 ton berarti telah tercapai pupup jenis urea bagi kebutuhan rakyat petani di Kabupaten Rote Ndao,” tandas Salmun.

” Saya minta agar para petani segera datang ke distributor CV Sinar Mas untuk tebus pupuk supaya dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan,” tambah Salmun.

Distributor CV.Sinar Mas Johan menyatakan penyerapan pupuk bersubsidi telah mencapai target 50 persen  terhitung mulai Januari – Februari 2019  dengan jumlah total 1.118 ton dan belum terserap 890 ton.

Selain itu, untuk untuk NPK Ponska 375 ton yang terealisasi kuota kabupaten pertahun 776.99 ton dan terserap sebanyak 401.80 ton.

Dan untuj SP36 yang telah direalisasikan 130 ton selebihnya dari 250,20 ton dan sisa kuota 126.14 ton .

Pupuk organik sebanyak 41,20 ton dari kuota 101 ton dan sisanya 59.80 ton yang belum disalurkan kepada petani. Idealnya ada sekitar 1.493,34 ton stok pupuk bersubsidi terdiri dari urea, SP-36, urea NPK dan organik.

Johan pun menepis tudingan dari sejumlah oknum petani yang memprotes distributor .Padahal stop masih mencukupi dan seharusnya kelangkaan stok pupuk  bersubsidi tidak terjadi.

Pewarta : MTC 001

Editor : Agustinus Bobe

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.