Berita Utama

Kapolda NTT – Kapolri Diminta Proses Kasus Pidana Bupati TTU Tanpa Pandang Bulu

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KEFA, METROTIMOR.COM– Kapolda Nusa Tenggara Timur dan Kapolri diminta perhatikan dan memonitor proses penyelesaian tindak pidana pengeroyokan terhadap warga Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu atas nama Yohakim Ulu Besi yang diduga Bupati TTU Rai Fernandez sebagai pelaku.
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat 21 Desember 2018 lalu.
Pasalnya, diduga turut melakukan pengeroyokan terhadap korban adalah Ajudan Adi Soares Sopir Aman Kahera dan Kadis Penanaman Modal dan Perizinan .
Oleh karena itu, Kapolda dan Kapolri di minta untuk memantau proses penyelesaianya secara hukum yang tengah ditangani Polres TTU agar jangan pilih bulu karena semua orang sama dimata hukum.
Permintaan tersebut dilontarkan oleh kuasa hukum korban Adrianus Magnus Kobesi, S.H kepada media ini melalui telepone selulernya, Minggu ( 23/12/2018) malam.
Kobesi uraikan kronologis kliennya, pada Jumat 21 Desember 2018 Bupati TTU Rai Fernandez bersama pengusaha garam berkunjung ke wilayah desa Ponu dalam rangka mengunjungi lokasi tambak garam di desa tersebut .
Setelah tiba bersama investor garam dan rombongan di lokasi, warga pemilik lahan tambak garam tidak sepakat dengan kunjungan bupati Rai sehingga apa yang terjadi?.
Bupati TTU turun dari mobil langsung mencekik korban. Korban pun ketakutan dari hendak melarikan diri tetapi dikejar oleh bupati Rai, Ajudan, sopir dan kadis . Dikala itu, warga disekitar dihebohkan dengan peristiwa itu karena korban lari jauh sekitar 15 meter didapat oleh ajudan. Memeluk, menendang dan membanting korban hingga terjatuh ke tanah.
Kejadian ini pun tidak luput dari perhatian warga yang hadir. Kadis Penanaman Modan dan Perizinan pun turut mencekik korban hingga terjatuh sampai tanah.
Menurut Kobesi, perbuatan para pelaku adalah tindak pidana pengeroyokan, penganiayaan dan turut serta melakukan sebagaimana diatur dalam pasal 170 jo pasal 351 ayat 2 jo 55 KUHP.
” Saya sebagai kuasa hukum korban meminta agar bupati tidak membelokan kasus ini ke penghadangan oleh korban dan tidak ada makian oleh anak korban. Meminta gubernur NTT untuk memberikan perhatian kepada warga Desa Ponu yang dikeroyok oleh Bupati, Ajudan, sopir dan Kadis Penanaman Modal dan Perizinan . Meminta Kapolda NTT dan Kapolri untuk menyelesaikan kasus ini secara hukum tanpa pandang bulu. Dan, memohon kepada warga desa Ponu agar tenang menghadapi kasus ini serta percayakan kepada aparat kepolisian setempat.
Penulis : Agssty
Editor : Agustinus Bobe

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top