Berita Utama

Bupati AntonHadjon: Anggota DPRD Berpikir,  Sebelum Berargumen

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Larantuka,METROTIMOR.com– Penilain Anggota DPRD Ignasius Boli Uran terhadap pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) dibawah kepemimpinan Antonius Hubertus Gege Hadjon-Agustinus Payong merupakan pemerintah yang paling diskriminatif mendapat reaksi keras dari Bupati Anton.

Politisi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Flotim ini secara tegas mengatakan anggota DPRD dalam memberikan pernyataan kepada publik terdahulunya dipikir baik-baik.

Demikian disampaikan Bupati Anton Hadjon kepada Media Kamis, (20/12/2018 usai memimpin Apel Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Flores Timur ke 60.

Tanggapan Bupati tersebut buntut dari kalimat menjustice yang dilontarkan Ignas Uran Anggota DPRD setempat dalam rapat dengar pendapat antara DPRD Flotim dengan masyarakat RT.03/ RW 01 Kelurahan Lewolere Kecamatan Larantuka di Balai Balai Gelekat Lewo.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Yoyeph Sani Bethan, Uran secara gamblang serta jujur mendeskripsikan perbandingan kepemimpinan Anton-Agus dengan tiga Bupati terdahulu.
“Saya bicara sebagai Anggota DPRD Flotim. Menghadapi tiga Bupati terdahulu, saya mesti jujur mengatakan bahwa pemerintah yang paling diskriminatif  itu pemerintah saat ini” ujar Ignas Uran berapi-api.

Merespon stigma Pemerintah Paling Dikriminatif, Bupati Anton secara dewasa mengatakan seorang Anggota DPRD merupakan Wakil Rakyat yang terhormat semestinya lebih memahami kalimat diskriminatif secara jauh lebih baik sebelum dilontarkan ke publik.

“DPR harus paham penggunaan kata Diskriminatif. Dipikirkan secara lebih baik, jangan asal dilontarkan. Jangan karena terasa enak disebut, seenaknya juga dikatakan” kesal Bupati Anton.

Menjawabi pertanyaan wartawan terkait  pembatalan pekerjaan lorong semenisasi di Kelurahan Lewolere, meski kontraktor  sudah mengantongi SPK (surat perintah kerja).
Bupati Anton secara tegas menampik telah adanya SPK dimaksud. Selain itu, Anton Hadjon juga tidak mengetahui adanya kegiatan proyek semenisasi di dua lokasi berbeda.

“Tidak ada pekerjaan semenisasi. Kalau ada pasti saya tau. Kenapa saya tidak tau? Karena proyeknya tidak ada. Tidak ada pekerjaan kok ada SPK? Bagaimana mungkin” sebut Bupati.

Anton Hadjon juteru merasa sangat musathil adanya pengerjaan  proyek dipenghujung tahun.

“Musatahil ada proyek diakhir tahun pada tengah bulan.  Kerjanya  tanggal 15 Desember? Kapan selesai? Sangat tidak masuk akal. Tidak ada proyek, timingnya tidak memungkinkan”. Kapan pembahasannya di APBD?” tutup Bupati. (*tem/red).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top