Berita Utama

HANURA SIKKA ANGKAT HARKAT DAN MARTABAT RAKYAT

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

MAUMERE,METRO TIMOR.COM-  Partai Hanura Kabupaten Sikka saat ini menjadi satu-satunya Partai Politik yang selalu menjadi tempat utama di hati “Rakyat” khususnya rakyat yang selalu diperlakukan tidak adil oleh orang-orang yang serakah.

TIM Pengacara Partai Hanura Kab. Sikka

Pantauan Metrotimor.com di wilayah RT 12 RW 04 Kelurahan Wairotang Kecamatan Alok Timur Kabuapten Sikka, Jumat 14 Desember 2018, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sikka Fabianus Boli bersama Tim Advokasi Partai Hanura Kabupaten Sikka mendatangi lokasi/tempat yang menjadi wilayah yang dipersengketakan antara pihak penggugat yakni Jap Wijaya Yapitana dengan tergugat 1 saudara Yohanis Nong Toris dkk, dalam rangka menindaklanjuti persoalan sengketa tanah/lahan.

Sesuai hasil investigasi tim Metrotimor.com kepada salah seorang tergugat yakni saudara Yohanis Nong Toris telah memberikan hasil klarifikasinya bahwa lahan yang ditempati bersama keluarga (istri dan anak) adalah lahan milik Pemda Kabupaten Sikka sesuai dengan data dari pihak pemerintah dalam hal ini Lurah Kelurahan Wairotang Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka.

Selanjutnya Moat Nong menjelaskan bahwa lahan yang mereka tempati yang adalah milik Negara tersebut diklaim oleh saudara Jap Wijaya Yapitana bahwa tanah tersebut adalah hak miliknya. Sementara menurut keterangan Lurah Wairotang Maria Ludgardiana Bora,SH bahwa mereka menempati lahan tersebut atas ijin pihak Kelurahan Wairotang sejak bulan Juli tahun 2011 dengan sistim ganti rugi bangunan atas nama saudari Elisabeth Halu dan Om Dale.

Lebih lanjut moat Nong Toris yang dalam hal ini selaku tergugat menyampaikan bahwa saudara Jap Wijaya Yapitana mendatangi kediamannya untuk melakukan tindakan eksekusi dengan alasan bahwa lahan tersebut adalah miliknya. Sementara sertifikat lahan tersebut adalah atas nama orang lain (red). Menurut pengakuan moat Nong bahwa saudara Jap Wijaya Yapitana ketika mendatangi kediamannya berlaku tidak sopan dan sangat kasar dengan mengeluarkan kata kotor “maki”. hal inilah yang membuat moat nong geram dan emosi sehingga terjadilah keributan.

Kasus inipun sudah dilaporkan pihak tergugat ke Kapolres Sikka untuk ditindaklanjuti, namun sampai saat ini kasus inipun belum terjamah, tetapi sangat tidak masuk akal kalau kasus ini sudah dilimpahkan kepada Pengadilan Negeri Maumere melalui Surat Juru Sita.

Perlu diketahui bahwa pihak tergugat adalah keluarga tidak mampu (miskin) berdasarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh Lurah Wairotang dengan Nomor Surat : 061/SKTM.010/012/2108 yang menerangkan bahwa saudara tergugat adalah keluarga tidak mampu. Berdasarkan SKTM inilah maka Partai Hanura Kabupaten Sikka melalui Tim Advokasinya akan membela kepentingan hak-hak rakyat miskin sesuai dengan aturan Hukum yang berlaku. (fransdh)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top