Berita Utama

Direndahkan Martabatnya, Siswi SMP di Larantuka Polisikan Akun Nagi Moof

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Larantuka, METROTIMOR.COM-Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Larantuka Kabupaten Flores Timur  Nusa Tenggara Timur mempolisikan akun Face Book Nagi Moof setelah akun tersebut mengirimkan perkataan tidak senonoh serta diianggap merendahkan martabat perempuan di Media Sosial melalui pesan mesenger.

Akun Nagi Moof dilaporkan pada Kamis, (22/10/2018) siang.

Dalam laporannya, Bunga 15 thn (samaran) dengan didampingi ibu kandung membeberkan isi percakapan sejumlah kata serta kalimat yang tidak pantas.

“Dia inbox saya bilang o Lo**te ee.. Saya tanya maksudnya apa? Kurang ajar sekali kau. Dia bilang suka-suka” sebut Bunga.

Bukannya menyadari kesalahan meminta maaf, akun Nagi Moof kembali mengeluarkan bahasa penghinaan yang amat sangat menusuk dan melukai perasaan bunga dan orang tuanya.

“Hatu malam  (satu malam)  100 ribu mau ne? (mau atau tidak) ” terang Bunga.

Merasa tidak nyaman, siswi kelas IX di salah satu S.M.P di kota Reinha ini mengadukan kepada orang tua. RS 39 th, ibu kandung korban di hari yang sama melanjutkan pengaduan anaknya  ke Lurah Balela.

Dalam pertemuan tersebut, terjadi kesepakatan antara Lurah Kelurahan Balela Gabriel Emi, RS maupun pihak Nagi Moof agar masalah ini diselesaikan di tingkat Kelurahan pada Senin 22 Oktober 2018.

Namun sampai pada waktu yang telah disepakati pihak Nagi Moof tidak hadir di kantor Lurah.

“Hari itu Mereka tidak datang. Padahal kita sudah sepakat. Sudah ada Pak Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT serta para tokoh masyarakat setempat, terang RS.

Menemui jalan buntu dalam mediasi di tingkat kelurahan serta tidak adanya itikad baik, RS akhirnya melaporkan akun Nagi Moof  ke pihak yang berwajib.

Kepada METROTIMOR.COM, Sabtu 27 Oktober 2018 mengaku, akibat isi mesenger tersebut ia merasa sangat malu dan tidak nyaman.

Sebagai orang tua, RS tidak terima jika anak gadisnya direndahkan martabatnya.
“Sebagai orang tua saya tidak terima, anak saya direndahkan seperti itu,” kesalnya.

Tidak saja melaporkan persoalan ini ke polisi. RS juga bertekad membawa  persoalan ini ke ranah hukum adat.
“Sebagai orang lamaholot, saya juga menuntut secara adat. Anak gadis adalah kehormatan keluarga” tegasnya.

Laporan tersebut di terima Kanit SPKT Polres Flotim Aiptu. Gregorius Suban(*tim).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top