Berita Utama

BRI FLOTIM: Teller BRI Di Vonis 6 Tahun Penjara Tanpa Didampingi Pimpinan Cabang Serta Pengacara

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

LARANTUKA,Selvina Peni Igor divonis 6 Tahun PenjaraMETROTIMOR.com–Teller BRI unit Hinga atas nama Selvina Peni Igor, usia 27 tahun asal Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur Rabu 10 Oktober 2018 di Vonis 6 tahun penjara tanpa di dampingi Pimpinan Cabang BRI Larantuka Aroef Safrudin dan Pengacaranya Ipi Daton,SH.
Dalam sidang putusan tersebut dipimpin langsung Tim Hakim Marzelino Gonzalles.
Marselino secara tegas membacakan pelanggaran- pelanggaran yang di lakukan oleh Selvina Peni Igor No: B. 3070/KC-XI/LYI/10/2017 tanggal 10 Oktober 2017 sebagai teller pada BRI Unit Hinga berdasarkan surat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).Tbk. Kantor Cabang Larantuka No : B 184/KC-XI/LYI/01/2017 tabggal 26 januari 2018.
Marzelino mengatakan SPI telah melakukan pengiriman uang yang dimana tanpa sepengetahuan Kepala unit setempat.SPI melakukan pengiriman uang dari unit Hinga (EDC Mantri) ke rekening tujuan menggunakan EDC (Elektronik data Capture) yang bukan merupakan tanggung jawab dari terdakwa SIP selaku teller tidak memiliki kewenangan untuk itu. Selain itu lanjut Marzelino, terdakwa juga menyembunyikan bahkan menghilangkan nota pembukuan slip over booking ( model UM 6) dan bukti transaksi (Struck) agar tidak di ketahui Pimpinan.
Akibat perbuatan terdakwa SPI tersebut BRI mengalami kerugian uang sejumlah Rp 1.218.495.750,
Sebagaiman di maksud perbuatan SPI dalam pasal 49 ayat 1 huruf cc No 10 tahun 1998 tentang perubahan UU No 7 tahun 1992 tentang Perbankan Jo pasal 64 ayat 1 KUHP, Marzelino mengatakan SPI melakukan tindak pidana Perbankan sebagaimana diatur dalam pasal 29 ayat 1 huruf a tahun 1998 tentang Perbankan, perbuatan SPI merugikan BUMN BRI dan Negara serta meresahkan masyarakat pada umumnya sehingga timbul rasa tidak percaya kepada BRI sebagai salah satu Bank terpercaya di Indonesia.
Pihak Bank Rakyat Indonesia juga memberikan sanksi tegas yaitu Pemecatan / pemberhentian dengan tidak hormat.
Pasal 64 ayat 1 KUHP mengadili SPI terbukti sah melakukan kejahatan Perbankan sehingga di Vonis 6 tahun penjara terhitung sejak di tahan pada Rumah Tahana negara Larantuka, denda Rp 10 Milyar subsider 3 bulan kurungan, serta seluruh bukti kejahatan yang di lakukan salah satunya satu buah Handphone beserta dua buah Sim Card 22 lembar Fotocopy Rekening koran, buku tabungan di kembalikan kepada pihak Bank Rakyat Indonesia Cabang Larantuka. (*Tim)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top