Berita Utama

BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Para Jurnalis.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE,METROTIMOR.com– BPJS kesehatan untuk mensukseskan program JKN-KIS salah satunya melaui pemberitaan,oleh karena itu perlu meningkatkan kemitraan bersama media masa baik cetak ,elektronik maupun online di Kabupaten TTS  maka gelar pertemuan diramu dengan nama Media Gathering BPJS, kesehatan dengan tema ” Duduk bareng bahas rujukan online”
di Hotel Timor Megah SoE, Kamis (11/10/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala BPJS kesehatan cabang Atambua
M. Idor Aris Munandar , cabang Soe Ivon Manafe dan beberapa staf lainnya serta Para Jurnalis media cetak /online pada wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Dalam pemaparannya Kepala Cabang BPJS Atamabua M.Idor Aris Munandar menyampaikan bahwa tujuan BPJS merujuk ke sistem pelayanan secara online untuk membantu pelayanan dengan kompotensi yang dibutuhkan dengan jarak yang terjangkau selain itu juga peserta JKN-KIS mendapat fasilitas kesehatan penerima rujukan yang sesuai dengan kompotensi dan pemenuhan sarana prasarana.

Selain itu juga untuk mengurangi pengaantrian yang menempuk dan mempertimbangkan ketersediaan sarana prasarana

Dan serta untuk meminimalisir terjadinya penolakan peserta karena tidak memiliki surat rujukan.

Selain itu juga membantu fasilitas kesehatan dalam melakukan rujukan dengan tepat sesuai dengan kebutuhan sarana prasarana yang ada sehingga memanilisir rujukan berulang kepada peserta.

Serta untuk memberikan rujukan secara real time dan online dengan data pada faskes perujuk yang langsung terkoneksi ke faskes penerima rujukan dan ini memudahkan para peserta JKN-KIS tidak harus membawa surat rujukan,tetapi hanya cukup dengan nomor rujukan online.

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan Sosial Nasional (SJSN),BPJS Kesehatan sebagai Badan pelaksana badan hukum publik Yang di bentuk untuk menyelenggrakan program jaminan Kesehatan indonesia.

Dan hal ini berpacu pada Perpres nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas peraturan presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan.

Berlatar belakang untuk mengimplementasikan pelaksanaan rujukan berjenjang di masing-masing daerah merujuk pada peraturan daerah,di mana peserta yang tinggal pada daerah perbatasan tidak dapat mengakses faskes terdekat apabila tidak sesuai dengan pengaturan pemerintah daerah terkait pengaturan rujukan berjenjang diwilayah setempat.

Dan hal ini dipastikan para peserta dirujuk ke fasilitas rujukan tidak mendapat pelayanan yang dibutuhkan akibat keterbatasan informasi terkait kebutuhan medis sarana prasarana dan SDM sehingga menyebabkan peserta harus kembali dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya.
Antrian yang menumpuk pada rumah sakit dikarenakan
Belum ada sistem informasi yang mengatur pelaksanaan rujukan secara online.

Ini bertujuan untuk membantu peserta dalam mendapatkan pelayanan dengan kebutuhan jarak yang terjangkau.

Dan juga membantu para peserta mendapatkan fasilitas kesehatan penerima rujukan yang sesuai dengan dengan kompotensi sarana prasarana

Dengan rujukan digital ini akan memanilisir potensi penolakan peserta.

Sistem rujukan online adalah digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan dirumah sakit disesuaikan dengan kompotensi jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.(*Jakson Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top