Berita Utama

Terganjal Regulasi,  Nasib PAN dan Demokrat Ditentukan Pleno KPUD

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

LARANTUKA,METROTIMOR.Com-Akibat terlambat memasukan Laporan Dana Awal Kampanye (LADK) sesuai batas waktu yang dikeluarkan KPUD, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional Kabupaten Flores Timur (Flotim)-Nusa Tenggara Timur, terancam gagal sebagai kontestan Pemilu.

Nasib kritis yang dialami kedua partai Politik tersebut disampaikan Ketua Komilisi Pemilihan Umum Daerah Ernesta Katana Melalui Kornelis Abon Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan kepada Metrotimor.Com, Senin (24/09/2018).

Menurutnya, ancaman kegagalan parpol sebagai peserta pemliu mengacu pada Peraturan KPU.

“Regulasinya jelas. Batas waktu terakhir masuknya laporan Dana Awal Kampanye Minggu 22 September  pukul 18.00, sesuai PKPU  No. 24 tahun 2018 pasal 37 ayat 1. Sanksinya jelas berupa pembatalan sebagai peserta pemilu” jelas Kornelis.

Namun sampai pada limit waktu tersebut, Partai Demokrat maupun Amanat Nasional tidak memasukan laporan dimaksud.

Menghadapi situasi ini, KPUD Flotim masih memberikan ruang seauai regulasi yang ada.

“kita tidak serta merta mengeliminir kedua Parpol. Kita berikan ruangan klarifikasi alasan keterlambatan berdasarkan PKPU No.29 Pasal 71 tentang KPU wajib mengkalrifikasi alasan Parpol” jelasnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil klarifikasi maka nasib kedua Parpol  akan ditentukan melaui Rapat Pleno yang akan digelar KPU malam ini.

“kita sudah dengar alasan mereka. Meski demikian tidak serta merta diakomodir. Nasib mereka akan ditentukan dalam Rapat Pleno KPUD malam ini. ujar Kor.

Sementara Anis Paru selaku Ketua Demokrat Kabupaten Flores Timur ketika dikonfirmasi media ini mengatakan pihaknya sudah berada di KPU sesuai batas waktu yang ditentukan namun semrawutnya parkiran mobil turut menyita waktu.

“kami sampai di kantor KPU 17.58 masih ada dua menit. Namun agak sulit ketika parkir mobil. Masih cari tempat, ini memakan waktu”. jelas Anis.

Selain itu, hal yang turut menyita waktu adalah tertinggalnya Flash Disk di dalam mobil.

“sudah begitu, ketika hendak menyerahkan Laporan, Flash Disk yang berisi data Laporan tertinggal di mobil. Terpaksa balik lagi ke mobil. Ketika kembali waktunya sudah lewat” tambah Anis.

Melalui klarifikasi, Anis Paru yang juga Ketua Komisi B pada Lemabaga DPRD setempat berharap agar pihak KPUD bisa mengakomodir Parpol yang dinakhodainya sebagai salah satu peserta pemilu pada 2019 mendatang.

Ketua Partai Amanat Nasional Flores Timur, ketika  Rofinus Kabelen diminta berkomentar perihal persoalan yang tenga melilit PAN, mengatakan dirinya enggan berkomentar.

“soal itu, saya no coment,” ujar Rofin

Dari sejumlah Informasi yang dikumpulkan, nasib Demokrat dan PAN akan ditentukan pihak  KPUD malam ini melalui Rapat Pleno. (*tim)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top