Berita Utama

Uskup Larantuka, Sesali Pematokan Sepihak LBH Di Taman Doa Bukit Fatima

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

METROTIMOR.Com, Larantuka. Uskup Keuskupan Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr menyesali pematokan lokasi Taman Doa Bukit Fatima Sandominggo Kelurahan Larantuka Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara secara sepihak,  mengatasnamakan Lembaga Bantuan Hukum Komisi Nasional-Penegakan Hukum Demokrasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LBH KOMNAS PHD HAM Indoneisa).

“Namanya penasehat hukum (LBH), ada masalah tidak bisa langsung dipasang begitu (patok). Kalau ada soal, mereka harus konfirmasi, soalnya apa” sesal Uskup

Pemimpin umat Katolik Roma Flores Timur dan Lembata  ketika ditemui Metrotimor.Com, Senin (6/08/2018) di Bukit Fatima mengatakan dirinya tidak tau-menau detail pematokan.

“Orang pasang saja kita tidak tau, kapan, dia maksud apa. Tiba-tiba terpasang patok dan potongan triplek bertuliskan “Dilarang membangun di tempat ini. Ini, tempatnya LBH. Apalagi itu milik dari LBH, ada juga nomor Handphone. LBH dari mana, tidak pernah saya dikontak,” sesal Uskup berkali-kali.

Menurut Mgr. Kopong Kung, tanah milik Keuskupan Larantuka seputaran Bukit Fatima secara keseluruhan memilki luas 2 Ha lebih, serta tidak bermasalah secara hukum. Sementara lokasi yang diklaim LBH, rencananya akan dibangun Kapela Adorasi bagi para Suster.

“Luas keseluruhan Bukit Fatima, dua hektar lebih. Keuskupan memilki secara sah dan baik-baik. Semua urusan sudah diselesaikan dengan para pemilik tanah termasuk lokasi pematokan. Tempat ini akan dibangun Kapela Adorasi Suster-suster” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan pengklaim sepihak beberapa pemilik tanah terhadap lahan yang sama sehingga berujung pendobelan ganti rugi sudah pernah terjadi sebelumnya.

“Pernah terjadi, kami sudah bayar pada pemilik tanah Rp. 70.000.000,-. Tiba-tiba datang lagi umat yang mengaku pemilik sah, kami kasih lagi  dengan nilai yang sama,” bebernya.

Mgr. Kopong berharap, apabila terdapat  persoalan dibicarakan secara baik-baik,  sehingga tidak mengganggu serta menghambat proses pembangunan Kapela. (*Bony Riberu).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top