Berita Utama

Persoalan Bukit Fatima, Ketua LBH Nasional Ignas Bataona: Saya Tidak Tau, Belum Ada Informasi Ke Pusat

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

METROTIMOR.Com, Larantuka Ketua Lembaga Bantuan Hukum Komisi Nasional  Penegak Hukum Demokrasi Indonesia (LBH PHD Komisi Nasioanal Indonesia) Ignas Bataona menyatakan ketidaktahuan persoalan pematokan sepihak lokasi pembangunan Kapela Adorasi milik Keuskupan Larantuka hingga menyeret nama Lembaga yang dipimpinya.

“Saya di Jakarta. Yang nanganin di lapangan itu si Majid. Pak Majid tidak masukan rujukan ke pusat, sehingga saya kurang tau detilnya” ungkap Bataona ketika dihubungi Metrotimor via seluler Senin, (6/082018).

Bataona menjelaskan, LBH Nasional memiliki Biro di NTT yang ditangani Majid, termasuk kasus Perdata.
“Saya punya Biro NTT, yang menangani Pak Majid termasuk kasus Perdata sehingga dia lebih tau,” jelasnya.

Pematokan sepihak mengatasnamakan LBH tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak Keuskupan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktifitas di Bukit Fatima, mengejutkan Bataona.

“Waduh dengan Bapak Uskup ya, tidak ada dokumentasi apapun ke pusat. Yang saya dengar pemilik lahan namanya Piter,  Piter siapa saya tidak tau katanya orang Larantuka. Nanti saya telusuri” janji Bataona.

Ketua LBH asal Kabupaten Lembata juga mengatakan sebelum dihubungi Metrorimor.Com  dirinya terlebih ditelepon Nona Benta da Silva terkait persoalan dimaksud.
“Barusan saya ditelpon Noben, soal itu. Saya telpon Pak. Majid tapi belum direspon. Detilnya bagaimana saya belum tahu” katanya.

Sebelum mengakhiri pembicaraan dengan Metrotimor, Ignas Bataona menitipkan salam kepada Yang Mulia  Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr.
“Tolong sampaikan salam saya kepada Bapak Uskup. Syalom, selamat malam,” tutup Bataona.

Sampai berita ini tayang, Majid sulit dihubungi.

Sebelumnya, Uskup Larantuka menyesali dan merasa sangat terganggu serta tidak nyaman atas pematokan larangan membangun di lokasi taman Doa Bukit Fatima Sandominggo Kelurahan Larantuka secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak Keuskupan mengatasnamakan LBH Nasioanal

Kopong Kung berharap, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik. (*Bny).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top