Berita Utama

Garam Solor  Meretas Asa, Mimpi Besar Bupati  Flotim. Sebuah Terobosan

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

LARANTUKA,METROTIMOR.com–Pulau Solor, merupakan salah satu bagian dari Kabupaten Flores Timur selain Adonara. Sejarah mencacat, nama pulau ini  sudah mendunia sejak jaman kolonialime Portugis ratusan tahun lampau.  Jejaknya bisa dilihat dari berbagai peninggalan. Sebut saja Benteng Portugis di Lohayong Timur.

Kehadiran bangsa asing tidak saja memperluas wilayah jajahan melainkan melirik hasil komoditi perdagangan masyarakat setempat. Artinya, orang Solor sudah mengenal sistem berdagang, membangun komunikasi serta tidak menutup diri dengan dunia luar.

Jangan heran,  para perantau atau penduduk Solor mahir dalam berdagang. Daerah ini pulau, telah melahirkan banyak tokoh-tokoh besar keagamaan dan cerdik pandai, baik Pastor, Suster maupun alim-ulama yang memiliki peranan penting di tingkat Nasional.

Terlepas dari latar belakang sajarah, geliat pembangunan dan ekonomi masih jauh tertinggal

Melihat kenyataan seperti di atas, Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon yang terpilih sejak setahun silam terus berupaya membawa perubahan angin segar bagi pembangunan di pulau Solor.

Jerih payah dan kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Sektor kelautan khususnya pembangunan industri garam dilirik para Investor.

Memuluskan rencana dan mimpi besar perubahan  dalam bingkai Visi Misi Masyarakat sejahtera “Desa Membangun Kota Menata” tidak tanggung-tanggung Bupati bergelar Teknik Pernerbangan ini,
menghadirkan Dirjen VI Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Budi Sitomorang.

Meninjau rencana Lokasi tambak Desa Kenere dan Nusadani

Rombongan Situmorang, Kabid Hukum dan Program Aryadila, staf Dirjen Arief Prasetyo, Direktur Utama Aserra Garam Indonesia Agustinus Irawan serta dua orang tenaga teknis Mahar Sembiring dan Zainal didampingi Bupati Flotim Anton Hadjon, Wakil Ketua DPR Mathias Enay, Kepala BPN Ludgardis Blitanagy, Kadis PU Yohanes Fernandez, Camat  Yoseph  Klodor serta Kades  Kenere Mikael Klodor serta sejumlah masyarakat, mengunjungi lokasi pertama di desa Kenere.

Di sini, Dirjen terlihat berbincang serius. Sesekali tanganya menunjuk pada peta. Memastikan berbagai kesiapan. Termasuk kesiapan pemilik lahan dan Pemerintah setempat. Hal tak jauh berbeda juga terjadi di Nusadani.

Potensi lahan garam Solor, menjadi yang terbesar di Asia.

Setelah berkeliling dan meninjau dari dekat rencana pembangunan tambak garam, Solor memiliki potensi garam terbesar. Bisa menjadi yang terbesar  di Asia apabila rencana lahan tambak diperluas serta dikelola dengan benar.

“Bila lahannya ditingkatkan dari 1500 Ha  menjadi 3000 Ha, jadi yang terbesar di Asia. Madura hanya 2000 Ha,” ujar Dirjen optimis.

Kenapa demikian? Menurut orang nomor satu di Dirjen VI saat ini Indonesia senantiasa mengimport garam.
NTT, secara keseluruhan memliki potensi  industri garam. Salah satunya Solor.

“Secara umum iklim Solor sangat menunjang. Panasnya bagus, didukung kecepatan angin dan curah hujan. Bila berhasil akan sangat membantu pemerintah mengurangi import garam”, sebut Sitomorang.

Disinggung kesiapan legalitas lahan secara keseluruhan, Situmorang mengatakan tidak ada masalah.

“Soal lahan tak ada masalah. Saya sudah cek. Sudah sangat siap, warganya juga wellcome,” tegasnya.

Selain potensi garam, Solor juga memiliki daya pikat di bidang Pariwisata. Alam lautnya memiliki pesona luar biasa.
“Potensi wisatanya bagus. Solor punya itu. Asal jangan ada dua lokomotif. Kereta api itu satu lokomotif. Jangan ditarik-tarik berlawan. Pusing dia,” Sebut sang Dirjen dengan logat khas Batak disertai gelak tawa lepas ketika menjawabi pertanyaan Metrotimor  usai bertatap muka dengan segenap warga di desa Sulengwaseng.

Serius garap 1500 Ha, mampu menyerap seribu tenaga kerja

Direktur Utama PT. Aserra Garam Indonesia,  Agustinus Irawan setelah melihat dari dekat lahan dimaksud sangat optimis. Dengan kehadiran tambak garam tidak saja meyerap ribuan tenaga kerja tetapi mampu memicu pertumbuhan ekonomi serta menggerak roda pembangunan

“Saya serius, makanya kita ke mari. Alam sangat mendukung. Lautnya belum tercemar. Akan ada perekrutan seribuan tenaga kerja. Untuk itu,  tim saya akan datang lagi minggu depan. Ada beberapa persiapan kecil,” beber Agustinus.

Menurutnya,  dari 1500 ha rencana awal pembangunan hanya 1300 ha yang  digunakan sebagai lahan tambak. Sisanya 200 ha dipakai membangun infrastruktur.

“Dari 1500 ha tidak semuanya sebagai lahan produksi. Hanya 1300 ha, sisanya 200 ha kita bangun kantor-kantor, gudang sebagai penunjang produksi” sebutnya.

Kepala Desa Kenere, Mikael Klodor menyambut baik kehadiran Investor Tambak Garam di wilayahnya.
Menurut alumni Seminari Menengah St. Rafael-Kupang dengan kehadiran Investor berpengaruh besar pada berbagai sektor terutama sektor ekonomi dan pembangunan.
“Adanya tambak, otomatis ekonomi warga membaik pendapatan bertambah.
Pasti ada pembangunan. Ini terobosan besar Pemerintah Daerah. Mari kita dukung,” sebut Klodor berdiplomasi.

Rencana hadirnya tambak garam di Solor merupakan angin segar pembangunan. Seperti dikatakan Kades Klodor “ini sebuah terobosan besar Pemerintah Daerah”.
Satu sampai dua tahun ke depan Solor berubah drastis dalam hal ekonomi dan pembangunan. (*Tim)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top