Berita Utama

Sumpah Serapah Warga, Sambut Pelaku Aborsi Usai Autopsi. MN, Meneteskan Air Mata.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

LARANTUKA, METROTIMOR.com–Jeritan dan berbagai umpatan kejengkelan terlontar, meluncur mulus secara spontan  dari ratusan mulut warga sekitar maupun dari  luar, baik besar maupun kecil yang sejak pukul 14:00 telah menunggu di lokasi autopsi  sekaligus kuburan bayi rujuh bulan di Kelurahan Weri Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur Senin, 30 Juli 2018.

Hingar bingar dan puncak kemarahan warga pasca autopsi.
MN 22 thn warga Sikka, mengenakan celana hitam atasan jaket putih bertopi  plus masker seadanya terpaksa dikawal ketat petugas Polres Flotim saat digiring menuju mobil Polisi. Dari balik masker, matanya terlihat merah manahan tangis.

Pasalnya, sejumlah warga yang kesal dengan ulah MN  dianggap merendahkan martabat wanita juga tidak bertanggungjawab atas perbuatannya nyaris menjadi korban amuk warga.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan, petugas bertindak cepat. Kabagren Polres Flotim AKP. Sarinah Roma Kia, terlihat sigap. Berada paling depan  menghalau warga yang ingin mendekati MN.
Sesekali Polwan senior ini terpaksa mengeluarkan teriakan berwibawa.
“Buka-buka jalan, buka jalan”.
Petugas  lain terlihat waspada mengamankan situasi. Tidak kalah mobil petugas stand by menjemput MN.

IK,  warga setempat kepada wartawan mengeluarkan umpatan spontan.
“mau enaknya, tanggungjawab tidak mau. Perempuan macam apa,”. Umpat warga.
Lain IK, WA wanita beranak dua menyesali perbuatan MN yang terbilang bodoh.
“Dia bodoh. Hamil setengah mati, mau aborsi. Masuk penjara gratis. Mana pelaku yang menghamilinya. Laki-laki itu harus ditangkap,” semburnya marah.

Tidak semua warga geram dengan kelakuan MN. Ada juga warga yang jatuh kasihan dengan situasi sulit yang tengah melilit MN.
Warga yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan kasihan pelaku.
“Seharusnya MN tidak perlu aborsi. Tidak perlu malu dan takut dengan manusia. MN lebih pantas malu dan takut dengan Tuhan,” sebutnya.

Apapun yang dikomentari sesama tidak mungkin merubah keadaan. Ibarat nasi sudah menjadu bubur, MN wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia dan akhirat.

Kapolres Flotim, AKB. Arry Vaviriyantho mengatakan apabila hasil autopsi menunjukan ketika dilahirkan prematur tetapi hidup namun dengan sengaja membunuh atau tindakan dengan sengaja melahirkan bayi secara prematur  sehngga menyebabkan kematian, maka diancam dengan hukuman 10 tahun penjara.

Selain MN, ancaman penjara juga menyasar dua orang bidan membantu proses persalinan prematur, dua orang penggali makam serta dua orang  saksi yang mengetahui kejadian tersebut namun tidak melaporkan ke petugas kepolisian.
(*BNY).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top