Berita Utama

Kepala Puskesmas Nunkolo Aniaya Suami Pasien hingga babak belur

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG,METROTIMOR.com – Markus Misa (32) warga RT.07/ RW.03 Desa Saenam, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS, Provinsi NTT mendatangi Puskesmas Nunkolo guna melakukan pemeriksaan kehamilan terhadap istrinya Antonia Nomlene namun suami dari Antonia babak belur dihajar oleh Kepala Puskesmas Nunkolo, Alfian Kase bersama para pegawainya, Jumat (29/6/2018) lalu. Ini terjadi gara-gara Markus memasuki ruang kepala Puskesmas Nunkolo tanpa melepaskan alas kaki (sepatu). Setelah kejadian tersebut, Markus(korban)  mendatangi polsek Amanatun Selatan untuk membuat laporan ke polsek pasca mendapat penganiayaan dari kepala puskesmas bersama para pegawainya yang dilakukan di Puskesmas Nunkolo, Kecamatan Nunkolo, Kab.TTS, Prov. NTT.

 

Saat ditemui di Maulafa, Kota Kupang, Selasa (10/7/2018) malam, kepada wartawan, Markus menceritakan bahwa pada Senin (25/6/2018) pagi sekitar pukul 11.00 WITA  dirinya bersama istri (AN) datang ke Puskesmas Nunkolo, Kecamatan Nunkolo, Kab.TTS, Prov. NTT untuk melakukan pemeriksaan kandungan.

“Saya dan isteri saya pergi ke Puskesmas untuk periksa janin istri saya dan setibanya di puskesmas sudah jam 11 siang sehingga para bidan mengatakan bahwa loket sudah ditutup jadi nanti saja baru datang. Pada tanggal 29 Juni 2018 saya dengan istri kembali lagi ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan  dan kami tiba di Puskesmas Nunleu jam 9 pagi dan menuju ke loket guna mendapatkan pelayanan namun bidan di Puskesmas mengatakan hal yang sama bahwa Loket sudah ditutup jadi tidak bisa layani lagi, sementara pintu puskesmas terbuka dan ada beberapa pasien yang datang bersamaan juga tetapi mereka dilayani sementara saya punya istri tidak dilayani. Dengan pernyataan bidan tersebut saya mencoba untuk melakukan negosiasi dengan bidan tersebut agar kalau bisa istri saya dapat di periksa kandungannya. Tetapi para bidan mengatakan tidak bisa. Setelah itu saya  menutup pintu puskesmas dengan tujuan agar masyarakat lain yang datang ingin mendapatkan pelayanan juga mereka tahu bahwa puskesmas  ditutup,” cerita Markus.

“Setelah tutup pintu puskesmas saya melangkah untuk pulang , begitu saya mau pulang ada bidan yang memanggil saya untuk kembali, om…om…om… Bapak tua ada panggil (teriak Bidan tersebut), saya balik bertanya, Bapak tua siapa? jawab bidan, Bapak Kase, Kepala Puskesmas. Dengan langkah penuh harapan saya berpikir bahwa jangan sampai kepala puskesmas punya niat yang baik untuk memberikan pelayanan terhadap istri saya,” lanjut Markus.

Setelah masuk ke ruangan kepala puskesmas untuk menemuinya, yang Markus dapat adalah kata-kata kasar dari  kepala puskesmas.

“Kurang ajar sekali kau, masuk ruangan saya tidak buka sepatu,” Markus meniru kata-kata Kepala Puskesmas.

Markus menjelaskan bahwa perkataan yang sama diulang sebanyak empat kali. Markus akhirnya melepas sepatu untuk simpan di tanah yang tidak berkeramik.

“Begitu saya buang sepatu ada ibu bidan yang tersinggung dan bilang:  lu mau lempar beta kow,”

Saat hendak menjelaskan  ke bidan tetapi belum sempat menjelaskan hal itu,  kepala puskesmas langsung memukulnya di bagian pelipis mata sebelah kanan, hidung dan bagian mata sebelah kiri  hingga berdarah dan beberapa pukulan lagi di bagian wajah sehingga korban terjatuh.

Saat korban terjatuh, tujuh pegawai di Puskesmas tersebut melakukan pengeroyokan lagi terhadap korban hingga wajah berlumuran darah dan injak saya.

“Saat jatuh tak ada yang tolong tapi saya dikeroyok lagi oleh 7 orang pegawai, wajah saya berlumuran darah dan saya diinjak-injak,” jelas Markus.

 

Markus menerangkan juga bahwa setelah itu, kepala puskesmas menelepon pihak berwajib yaitu kepolisian untuk mengamankannya.

“Saya diamankan oleh salah satu anggota polisi. Saya membuat laporan ke Polsek Amanatun, setelah membuat laporan polisi,  saya diantar ke Puskesmas Oinlasi untuk melakukan visum,” jelas Markus.

Markus menambahkan setelah kejadian tersebut kurang lebih setengah jam anggota polisi datang dan kepala puskesmas minta polisi untuk memborgolnya namun polisi tersebut tidak mau karena melihatnya sudah berlumuran darah.

Markus mengatakan bahwa istrinya pun terkena pukulan di bagian bahu saat mencoba untuk menyelamatkannya. Dirinya juga mengatakan selain istrinya tidak ada satu orang pun yang membantunya.

Markus mengaku sangat menyesalkan pelayanan di Puskesmas Nunleu tersebut karena ada pegawai yang mengatakan tutup dan tidak layani pasien sementara ada beberapa pasien yang di layani waktu itu.

“Saya berharap kasus saya ini bisa ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan aturan hukum yang ada,” harap Markus.

Zeth Misa,selaku keluarga korban mengatakan bahwa  pihak keluarga korban sangat menyayangkan sikap premanisme yang dilakukan oleh kepala puskesmas beserta pegawainya.

“Kami sangat menyayangkan sikap premanisme kepala Puskesmas dan pegawainya  terhadap saudara kami. Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak berwajib untuk usut tuntas persoalan ini agar ada efek  jerah bagi para pelaku kejahatan di puskesmas Nunkolo tersebut,” tegas Misa.

Dirinya juga berharap persoalan ini bisa mendapatkan pelayanan hukum yang baik supaya ke depannya para pelaku kejahatan bisa mendapatkan efek jerah.

Zeth menambahkan kasus ini sementara ditangani oleh pihak kepolisian. Informasi yang diperolehnya dari pihak kepolisian yakni pemeriksaan dari pihak saksi korban maupun para saksi yang melihat langsung kejadian sudah dilakukan. Sementara itu, dari pihak medis belum menyerahkan hasil visum yang dilakukan oleh dokter kepada pihak berwajib untuk  menindaklanjuti hal ini.

“Kami keluarga berharap secepat mungkin baik dari pihak medis tingkat propinsi, kabupaten hingga tingkat kecamatan dan desa kalau bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat agar masyarakat kecil seperti kami pun juga bisa mendapatkan pelayanan yang etis,” ungkap Misa.

Kepala Puskesmas Nunkolo Alvian Kase, sebelum berita ini dipublis sudah berulang kali dihubungi media ini baik via Hanpone maupun melalui Sort Masage Sistem (sms),tapi belum merespon.  (Lenzo)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top