Berita Utama

Kades Ho,i,Diadukan Ke DPRD TTS Diduga Hamili Warganya.  

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE.METROTIMOR.com–Kamis (25/05/2018) oknum kepala desa Ho,i  Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diadukan ke Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), diduga menghamili ML yang bukan istrinya.

Pantauaan Metrotimor.com Turut dampingi Korban  sebut saja M.L Timotius Lenamah Ayah Korban dan juga ibu Korban Norlina Faot, sudah kesekian diadukan ke DPRD TTS.

Dan diterima oleh Komisi 1 DPRD TTS Afridus Selan dan juga Magdelena Mbau.

Kades Ho,i diadukan  dengan dugaan menghamili ML mantan siswi salah satu SMA di Kecamatan Kuatnana kabupaten TTS dengan tragedi  yang menimpa dirinya akhirnya harus berhenti menempuh pendidikan.

Dengan keterbatasan  ekonomi yang tidak kencukupi  proses hukumpun dilakukan demi mencari keadilan atas kejadian yang dialami dirinya.

Tahapan demi tahapan terus dilalui dan akhirnya sampai pada pembuktian dengan harus dilakukanya Tes DNA.

Sementara kronologis yang dikisahkan korban ML pada kamis,(25/05/2018) diruang  Komisi 1 DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan, korban  ML dengan tidak malu-malu terlihat sedikit sedih ketika  menceritahkan kisah yang dialaminya. Sambil menggendong bayi berjenis kelamin laki-laki itu yang diduga dihamili oleh kepala Desa Ho,i Etriadus Tuke, ML mengatakan bahwa  “Awal kejadian itu terjadi  pada 3 desember 2016, saat itu ia masih menempuh pendidikan di Salah satu Sekolah lanjutan Tingkat Atas ( SLTA) di Kecamatan Kuatnana Kabupaten TTS.

Korban ML setiap hari ke sekolah dengan berjalan kaki  menempuh perjalanan ke sekolah berjarak sekitar  balasan Kilo meter(KM) Dalam perjalan ke sekolah  berjalan kaki, ia didapati oleh Kades saya berpapasan dengan ET Kades Hoi tepatnya di hutan kiu klibu. Saat berpapasan, pembicaraanpun terbangun.” Tutur ML

Lanjut ML “Dia (Kades ET) bertanya kepada saya(ML), Mau tidak jadi istri ke dua saya? Dengan polos saya menjawab nanti istri bapak yang pertama bagaimana. Belum menjawab pertanyaan saya dan dengan posisi kami yang tidak terlalu berjauhan, ET langsung menarik saya ke dalam hutan. Dengan posisi fisik saya yang kecil, saya berusaha melepaskan diri dari ET tapi saya tidak kuat dan tak kuasa melawan Kades ET”,

” Setelah kejadian itu, saya terus di tunggu di tempat yang sama di hutan kiu klibu. Karena takut dan tak berdaya, kejadian ini berlanjut hingga bulan April 2017.

“Setelah kejadian ini, 8 April 2017 saya di biayai oleh ET ke kupang untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, kondisi sudah dalam keadaan hamil. Juni 2017, karena ada keluarga yang meninggal di kampung  sehingga saya kembali”, cetusnya.

Karena takut dengan kehamilan ini, saya mendiamkan hal ini sampai saat kematian tanta saya, barulah kaka saya melihat daster yang diberikan ET kepada saya tanpa sepengetahuan saya. Kaka saya sempat tanyakan, ini siapa yang kasih saya jawab bapak ET yang kasih. Kaka saya orang pertama yang mengetahui kalau saya hamil, namun dia juga mendiamkan hal ini sampai saat saya melahirkan  barulah orang tua dan keluarga mengetahui kejadian yang menimpah saya.” Kisah ML

Kini ML, Pasrah dan berserah pada semua proses yang dialami bersama putranya dengan keyakinan masih ada sedikit keberpihakan kebenaran untuk dirinya dan anaknya.

Sementara itu  Rifus Selan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)  mengatakan Kasus ini akan tetap kami kawal,  dan akan kami sampaikan pengaduan ini ke Ketua Komisi untuk ditindaklanjuti. Semua institusi yang berkaitan dengan semua kasus ini, akan kami komunikasikan agar bisa bersinergi untuk mengawal kasus ini sampai tuntas.
Untuk diketahui,  kasus ini sudah di laporkan kepihak berwajib dalam hal ini kepolisian  dan Kejaksaan, tujuan ke DPRD korban dan orang Tua minta untuk membantu mengawasi  kasus ini sampai ada titik terang sehingga kami sebagai masyarakat kecil kami juga mendapat keadilan.

Informasi dihimpun kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak 12 Januari 2018 dan berkas telah dinaikan ke Kejaksaan Negeri SoE

Kepala Seksi Pidum Marthin Eko Priyanto,S.H mengatakan bahwa secara korwil maupun  nonril berkasnya sudah dikirim ke kejaksaan tetapi berkas  dikembalikan ke penyidik dikatakan marthin bahwa yang jelas bahwa berkas tidak lengkap sehingga dikembalikan ke penyidik untuk lengkapi.

Dikatakan marthin bahwa berkas dilimpahkan ke kejaksaan sejak 26 maret 2018 dan dikembalikan 04 april 2018.

Jangka waktu 14 hari untuk penyidik lengkapi alat bukti dan secepat ini pihak kejaksaan akan bersurat ke Penyidik polres TTS jelas Marthin. (Jakson Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top