Berita Utama

Aleksander Pekei,Perjuangkan Generasi OAP Masuk Perguruan Tinggi Kedinasan

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

JAKARTA,METROTIMOR.com–Hidup ini sangat singkat, untuk itu harus berbuat bagi Generasi Penerus, termasuk mengkaderkan Generasi Muda  Orang Asli Papua (AOP), Demikian diungkapkan  Alexander Pekei SSTP M.Si  saat ini  menjabat sebagai MLM PT. K-Link International, dan jadi Aparatur Sipil Negara (ASN)  di Kabupaten Nabire  sebagai Sekretaris Satpol PP kabupaten Nabire.

“Siap siaga memperjuangkan generasiku Papua pada umumnya dan terlebih khusus yang ada di wilayah Meepago” demikian diungkapkan kepada media ini, Jumat (4/5/2018)

Alexander Pekei SSTP M.Si   biasa disapa Pace Aleks mengatakan kaderisasi dalam setiap organisasi,  harus ada  karena Kaderisasi berusaha menciptakan kader yang bukan hanya hebat dalam mengerjakan suatu program, tapi lebih dari itu kaderisasi haruslah mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa pemimpin, memiliki emosi yang terkontrol, kreatif dan mampu menjadi pemberi solusi untuk setiap permasalahan, harus memiliki mental yang kuat dan terpenting dapat menjadi seorang teladan bagi anggotanya.

Lanjutnya, Dalam proses kaderisasi ada dua ikon penting, yaitu pelaku kaderisasi selaku subjek dan sasaran kaderisasi selaku objek.

Alexander Pekei SSTP M.Si, kesal dirinya tidak difungsikan oleh Pemerintah Daerah Meepago. Entah karena kurang percaya atau ego politik.

Pemimpin yang baik bukan dilihat dari seberapa banyak pengikutnya dan seberapa lama ia memimpin, tapi terlihat dari seberapa banyak ia bisa menciptakan pemimpin-pemimpin baru katanya dengan nada kesal

Sebelum Kaderisasi itu mulai, harus mempelajari kehidupan latar belakang bagi mereka dan memunculkan pendekatan, memberikan dorongan, motivasi bagi generasi dan mendukung dalam perjuangan mereka.

Dirinya sebagai pengagas  Forum Cinta Pengkaderan Generasi Muda Papua (FCPGMP) merasa bersyukur kepada Tuhan Allah karena dalam seleksi pertama masuk Perguruan Tinggi Kedinasan, banyak Orang Asli Papua (AOP)  yang sukses dan berhasil masuk beberapa perguruan tinggi berstatus kedinasan, diantaranya IPDN dan STAN.

Alexander Pekei yang menjabat sebagai koordinator umum FCPGMP mengaku bangga karena adik-adiknya yang asli OAP,dibawah dibimbingnya berhasil lolos seleksi tingkat pertama yakni seleksi administrasi masuk Perguruan Tinggi Kedinasan tahun 2018, baik di IPDN maupun STAN.

“Yang saya lakukan selama ini adalah membagi informasi surat resmi pendaftaran masuk seleksi Perguruan Tinggi Kedinasan kepada semua Kabupaten/Kota Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, yang di keluarkan oleh Kemenpan-RB”, ujar Alepi, sapaanya.

Ia menyebutkan Nama-nama yang lolos seleksi Perguruan Tinggi Kedinasan IPDN 2018 yang difasilitasi oleh FCPGMP diantaranya Alfianus A Mote, Maksimus Mote, Cristopel Yosep Edowai, Samuel Bobii (Papua), Andi N. Mote (Tangerang-Banten), La Fauzan (Fak-Fak Papua Barat) dan Farah T Gobai (Jatim) serta masih banyak lagi.

“Sungguh Allah Hidup, kami memuji dan memuliakan Dikau Tuhan Raja di atas segala raja. Jaga, berkati dan tuntun kami dilangkah berikut dalam seleksi selanjutnya, Tuhan Engkau duluan buka jalan bagi kader-kader kami OAP ini. Bukan di IPDN saja Tuhan tetapi juga adik kami Rafi Mote yang juga mendaftar di STAN. Tuhanlah Gembala kami, kami tidak akan kekurangan, Amin”, pungkas Alexander Pekei via Wats APP. (** Petu Pekei)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top