Berita Utama

Oknum Anggota DPRD TTS Diduga Palsukan Tanda Tangan.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE, METROTIMOR. com– Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi PAN Magdalena Mbau sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan tanda tangan. Sebelumnya, Magdalena dilaporkan ke polisi karena diduga memalsukan tanda tangan Ketua DPC PAN Kabupaten TTS, Hengky Leu.

Informasi yang diperoleh VN di Mapolres TTS, Selasa (10/4), Magdalena sudah ditetapkan menjadi tersangka sejak Kasat Reskrim Polres TTS dijabat oleh Iptu Yohanes Suhardi. Meski demikian, Magdalena belum diperiksa oleh penyidik, karena polisi belum mengantongi izin dari Gubernur NTT.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari yang dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut, mengatakan, dirinya baru dilantik menjadi Kasat Reskrim Polres TTS pada Jumat (6/4) lalu, sehingga ia belum melihat kasus-kasus yang belum selesai ditangani.

Meski demikian, Jamari berkomitmen setiap kasus yang dilaporkan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tentang kasus yang menyeret Magdalena Mbau itu, Iptu Jamari berjanji akan mengeceknya. “Saya cek dulu kasusnya. Kalau sudah ada izin dai Gubernur, ya nanti akan kami panggil untuk periksa dia,” kata Jamari.

Sekretaris DPRD TTS Roby Selan yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/4), mengatakan, surat izin dari Gubernur NTT untuk pemeriksaan Magdalena Mbau sudah dikeluarkan oleh Gubernur pada tanggal 11 Desember 2017.

Roby mengaku sudah menerima surat dari Gubernur yang mengizinkan Polres TTS memeriksa anggota DPRD TTS, Magdalena Mbau. “Surat sudah ada sejak Desember 2017 lalu,” katanya.

Menurutnya, sesuai aturan, jika penyidik sudah mengantongi izin Gubernur NTT, maka seorang anggota DPRD yang tersandung masalah hukum sudah bisa diperiksa.

“Kami sudah terima tembusan surat izin Gubernur itu. Dan aturannya kalau anggota DPRD yang terlibat kasus, maka harus ada izin dari Gubernur untuk diperiksa penyidik,” jelasnya.

Sementara itu, Magdalena Mbau yang dikonfirmasi VN ke ponselnya, kemarin, mengatakan bahwa dirinya hendak menuju Polres TTS. “Saya mau ke Polres. Nanti ketemu di Polres saja,” katanya melalui telepon selulernya.

Namun ketika VN menunggunya di Polres, Magdalena Mbau tak juga muncul. Dihubungi kembali melalui telepon dan SMS, Magdalena tak merespons.

Kasat Reskrim Iptu Jamari yang kembali diwawancarai VN, kemarin, mengatakan, belum ada panggilan pemeriksaan terhadap Magdalena Mbau.

“Ini hari tidak ada agenda untuk periksa anggota DPRD itu, karena kami belum keluarkan surat panggilan,” katanya.

Untuk diketahui, Ketua DPC PAN Kabupaten TTS Henky Leu beberapa waktu lalu mengadukan Magdalena Mabau ke Polres TTS dengan tuduhan pemalsuan dokumen, lantaran ia sebagai Ketua DPC PAN TTS tidak pernah menandatangani dokumen perpindahan dua anggota DPRD TTS asal PAN yang sebelumnya bergabung dengan Fraksi Golkar, ke Fraksi Nasdem.

Namun dalam dokumen perpindahan itu, terdapat tandatangan dari Hengky Leu sebagai Ketua DPC PAN TTS. Dia menduga tanda tangannya dipalsukan oleh Magdalena Mbau sehingga mengadukan masalah ini ke Polres TTS. (victorinews.co.id)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top