Belu

Bupati Belu Papatkan Arah dan Strategi Pengembangan Investasi Pertanian

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ATAMBUA, METROTIMOR. com–Musim kemarau yang panjang, bencana alam yang terjadi dan kemiskinan yang masih menjadi topik utama di daerah perbatasan ini, menjadi alasan mendasar bagi Bupati dan Wakil Bupati Belu untuk merubah pola pendekatan pembangunan demi perwujudan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
“Kami diperbatasan selalu mengeluh soal bencana dan kemiskinan. Dalam dua tahun masa kepemimpinan ini, kami melihat bahwa pola pendekatan social yang selama ini dibangun harus dirubah, karena masyarakat masih mengeluhkan kekurangan makanan. Kita memberikan bantuan sosial, tetapi itu masih instan dan setelah bantuan habis, tahun depan dibantu lagi,” ungkap Bupati Belu Willibrodus Lay di acara Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang diselenggarakan di Aula Gedung Betelalenok Atambua, Kamis (5/4).

Arah pengembangan investasi pertanian yang dikemukakan Bupati Belu di hadapan Menteri Sosial RI dan para Dirjen Kementerian Sosial RI, lebih kepada investasi yang berkelanjutan, guna mencapai kedaulatan pangan.
“Saya berpkir kita harus melakukan satu pola pendekatan yang lain yaitu pola pendekatan investasi dimana masyarakat harus berinvestasi. Setelah kami melakukan survey, rata-rata setiap kepala keluarga di Kabupaten Belu memiliki lahan yang tidak lebih dari 3.000 meter. Melihat kondisi sperti ini, kita dapat memastikan bahwa, sampai kapan pun kesenjangan sosial tetap akan terjadi,” ujar Bupati Willy.

Bupati Belu menyambung, minat investasi di sektor pertanian harus terus mengalami peningkatan terutama di sub sektor perkebunan. Prinsip produktivitas, efisiensi produksi dan keberlanjutan harus menjadi komitmen bersama.
“Kami merubah pola pendekatan dengan membuat program penambahan lahan pertanian. Satu kepala keluarga, kita dorong untuk mengelola lahan seluas 1 hektar. Sedangkan untuk penambahan lahan, kita buka dan bajak secara gratis, ” katanya.

Persoalan lain yang disampaikan Bupati Belu kepada Menteri Sosial RI adalah upaya Pemerintah Kabupaten Belu mendukung Pencanangan Provinsi Ternak, dengan mengembalikan kejayaan wilayah Kabupaten Belu sebagai salah satu gudang ternak di Provinsi Kepulauan ini.
“Dulu NTT di juluki provinsi ternak, sekarang ternak menghilang. Saat ini salah satu program yang kita lakukan adalah mengembalikan kejayaan ternak di wilayah Kabupaten Belu sebagai gudang ternak. Kita sudah siapkan 500 hektar untuk kawasan pertenakan terpadu di Sonis Laloran, Kecamatan Tasifeto Barat. Disini juga masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan, kami mohon dukungan dan bantuan untuk pengembangan sub sektor perkebunan,” jelasnya.

Masalah lansia dan anak-anak terlantar, masih menjadi persoalan serius yang dihadapi Pemerintah Daerah saat ini.
“Permasalahan sosial yang selama ini belum ditangani secara baik adalah lansia. Disini lansia cukup banyak akibat eksodus kemarin. Ada juga anak terlantar yang kehilangan orang tua, dan sanak keluarga. Ini masih sangat banyak di Kabupaten Belu,” pungkasnya. (pkpsetdabelu)

Reporter : Roberts Bria Seran.
Foto : Reynaldo Klau.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top