Berita Utama

Kebanjiran Menteri, Ini Alasan Ignasius Jonan Mengunjungi Flores Timur

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

LARANTUKA,METROTIMOR.com– Kabupaten Flores Timur-Propinsi Nusa Tenggara Timur  dalam beberapa waktu terakhir kerap kali  disambangi Menteri Kabinet Presiden Joko Widodo.

Sebut saja, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno serta Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral  Ignasius Jonan.

Menteri ESDM pada  lawatannya ke Flores Timur Jumad, 30 Maret 2018 selain mengikuti rangkaian kegiatan Semana Santa, mantan Menteri Perhubungan didampingi Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBT) Rida Mulyana, Direktur Regional Bisnis PLN Jawa Bagian Timur dan Nusra Joko Rahardjo Abu Manan serta Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon,  meninjau lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL)  yang terintegrasi dengan jembatan Palmerah-Pancasila  di selat Gonsalu Larantuka-Flores Timur-Nusa Tenggara Timur.

Menurut Ignasius, arus laut di selat Gonsalu sangat kuat dan konsisten sehingga bisa menggerakan turbin dan merupakan yang pertama di dunia.
“Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut  merupakan pertama di dunia, jika listrik yang dihasilkan mencapai 20-30 MW”  papar Jonan.

Dia melanjutkan, Presiden Joko Widodo telah memberikan dukungan maksimal terkait pembangunan jembatan Palmerah-Pancasila dan turbin PLTAL.
“Sesuai arahan Pak Presiden, pembagunan Jembatan Palmerah dqn PLTAL nantinya terkoneksi dengan baik antara Flores Timur dan Adonara sehingga pembangunan bisa lebih merata,” terang Jonan.
Menyingung kapan dimulainya kegiatan pembangunan, Jonan menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan study. Finalisasi diharapakan secepatnya sehingga bisa pekerjaan bisa dimilai.

Dukungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terhadap  Pembangunan jembatan Palmerah-Pancasila dan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) pasca rangkaian kunjungan Jokowi ke ke Eropa 22 April 2016.

Pada lawatan tersebut dilakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) on Building Bridge Equipped With Sea Current in the District of East Flores Sea dalam acara Indonesian-Netherland Bussines Forum adalah kesepakatan kerjasama investasi antara kementrian PUPR, Tidal Bridge BV dengan Pemerintah Propinsi NTT.

Direktur Jendral (Dirjen)  EBTKE, Rida Mulyana secara umum menilai pembagunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di selat Gonsalu-Larantuka merupakan gagasan brilian mengingat Nusa Tenggara Timur termasuk wilayah yang akan dtingkatkan rasio elektrikfikasi.

Sementara, Direktur Regional Bisnis Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawa Bagian Timur dan Nusa Tenggara Joko Rahardjo Abu Manan, berharap Pemerintah dan masyarakat setempat memberikan dukungan sepenuhnya terutama masalah pembebasan lahan.
“Jaringan Maumere-Larantuka tengah dibangun. Road of Way menjadi masalah klasik, tolong diperhatikan pembebasan lahan,” pinta Joko.

Mengutip laman Kementrian ESDM, tanggal 22 Februari 2018 antara PT. PLN dengan Tidal Bridge telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang pelaksanaan Studi Kelayakan dan Studi Dampak Jaringan.

Tidal Bridge mengasumsikan, kecepatan rata-rata arus laut selat Gonsalu-Larantuka adalah 3,5/ms  kapasitas terpasang tiap turbin sebesar 16 MW  dengan energi yang dihasilkan secara efektif 6 MW. Jika dipasang 5 buah turbin maka energi yang dihasilkan rata-rata sebesar 30 MW. (*Bony).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top