Berita Utama

DPRD Provinsi NTT Respon Posetif Pempus buka SPG

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.Com– DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur , Anselmus Tallo, S.E yang membidangi pendidikan langsung merespon pernyataan Emanuel Mali terkait pemerintah pusat perlu aktifkan kembali sekolah pendidikan guru (SPG).
Anselmus Tallo kepada Metrotimor.com melalui WhatsAppnya, Minggu (18/3/2018) malam , di Kupang mengatakan, perlu regulasi pembukaan sekolah guru atau SMK Keguruan untuk mempersiapkan dan menghasilkan guru yang hadal.
Dengan begitu, perlu memiliki kompetensi dasar keguruan serta membuka kembali IKIP demi menghasilkan sarjana pendidikan yang memiliki kompetensi keguruan yang siap mengajar dan mendidik.
Terkait dengan hal ini, kata Ansel, kedepan pemerintah daerah, provinsi dan pusat perlu ketat dalam penerimaan calon guru.
” Saya mengharapkan orang masuk sekolah keguruan bukan karena iming – iming adanya tunjangan profesional, yakni tunjangan sertifikasi dan tunjangan khusus tetapi karena ada keterpanggilan untuk mendidik dan berpartisipasi dalam proses mencerdaskan anak bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Selan itu, Ansel menjelaskan, kompensasi itu hanya tujuan ikatan berdasarkan kompetensi dan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu, kedisiplinan seseorang guru sangat dibutuhkan untuk menanamkan berbagai karakter pada anak didik.
Di sisi lain, moralitas guru pun semestinya menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar.
Meski begitu, undang -undang tentang HAM tidak boleh diberlakukan 100 persen dalam dunia pendidikan sejauh tindakan guru untuk pendidikan dan pengajaran.
Namun, tetap berprinsip di ujung rotan ada emas.
Bukan seperti sekarang ” fi ujung tota ada rutan” .Punishment dalam pendidikan sanksi penting kalau tidak ada. Maka tidak ada efek jera bagi anak murid terhadap gurunya,” terang Ansel

Zaman sekarang menurut Ansel, guru perlu diberikan perlindungan justru malah guru dianiaya bahkan hingga dihabisi nyawanya sebagaimana dipertontonkan masa kini.
Guru pun dietikan kompensasi yang layak lantaran dewasa ini banyak guru yang diberikan kompensasi sangat tidak layak dengan Rp 200.000 perbulan. Itu pun dibayar 4 bulan sekali.
“Kalau demikian lagu hymne guru berubah bukan? ” Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa tetapi guru adalah pahlawan tanda balas jasa yang sewajarnya,” ucap Ansel ( TIN)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top