Berita Utama

Terharu Jasad Adelina,TKI Jadi Agenda Khusus MS-EMY NOEMLENI.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG,METROTIMOR.com – Persoalan meninggalnya TKI Adelina Lisao, warga asal Soe, Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Malaysia, menjadi persoalan kesekian kalinya. Sebelumnya sudah begitu banyak TKI asal NTT yang telag menjadi korban, baik itu dari kasus trafficking hingga meninggal, saat berada di negara tujuan pengiriman TKI.

Pemerintah provinsi NTT, belum serius merespon hal ini, sehingga masalah TKI masih jadi persoalan pelik yang belum tuntas terselesaikan.

Tibanya jenazah TKI Adelina Lisao hari ini di Bandara Eltari Kupang, memantik respon sejumlah pihak, termasuk Calon Wakil Gubernur NTT Emi Nomleni.

Emi Nomleni yang ikut dalam sidang berkabung di Bandara Eltari begitu terharu dikala menyaksikan sendiri, TKI Adelina tiba siang tadi dalam peti mati.

Emi mengatakan, persoalan TKI NTT menjadi persoalan urgen yang harus diatasi. Dan masalah TKI, merupakan agenda khusus dalam visi dan misi Calon Gubernur Marianus Sae dan Calon Wakil Gubernur Emi Nomleni. Hal itu termuat dalam prigram peningkatan kualitas perempuan dan anak.

“Saya harus mengatakan, bahwa saya sebagai satu-satunya perempuan yang menjadi calon pemimpin NTT, saya harus menyelesaikan persoalan ini. Ini salah satu agenda khusus kami. Dan itu harus kami lakukan dan menjadi komitmen saya dan Pak Marianus,” ungkap Emi Nomleni.

Kata Emi, sebagai perempuan NTT, kehadirannya harus bisa memastikan, bahwa kerja-kerja atau hal-hal yang berkaitan dengan perempuan di semua sektor, harus diselesaikan.

“Kehadiran saya harus memastikan bahwa hal yang berkaitan untuk perempuan di semua lini harus diseselesaikan,” tegas Emi Nomleni.

Dikatakannya, terkait masalah TKI di NTT, tidak perlu harus berpikir hal-hal yang besar. Pada dasarnya, masalah TKI disebabkan oleh adanya kemiskinan, kebodohan, dan adanya gap ekonomi yang terjadi di tingkat desa.

“Masalahnya jelas soal kemiskinan, kebodohan dan gap ekonomi yang terjadi di tingkat desa. Kalau kita punya jargo membangun dari desa, maka sangat tepat. Di desa lah terjadi semua pergumulan kehidupan. Jadi jargo MS-Emi bukan hanya sekedar jargo,” jelas perempuan tangguh ini.

Emi mengingatkan bahwa, setiap niat baik yang dilakukan tidak pernah ada batasan. Kerja-kerja kemanusiaan tidak ada batasannya.

“Negara bisa mengatasi dengan dana desa, kenapa provinsi tidak bisa mengatasinya. Lapangan kerja menjadi salah satu faktor yang disebabkan oleh kondisi-kondisi ini,” pungkas Emi Nomleni.

Tordi Baskoro dari Direktorat Perlindungan TKI mengatakan, Adelina meninggal akibat tidak diberikan makanan oleh majikannya. Selain itu Adelina memiliki beberapa luka di bagian tubuhnya akibat gigitan anjing.

“Dia meninggal karena tidak diberi makan oleh majikannya. Dia juga ada luka karena digigit anjing,” kata Tordi.

Katanya, pihak kepolisian Diraja Malasyia telah mengamankan 19 pelaku. Dan 3 (tiga) pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. (***tim)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top