Berita Utama

Uppsss…! KNPI dan Komisaris Independen Bank NTT “Melantai” di Lapangan Futsal.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika “menyerbu” Bank Pembangunan Daerah NTT dalam aksi damai memprotes berbagai kebijakan Bank, para demonstran diterima “melantai” di lapangan futsal.

Sebelum diterima berdiskusi, ketua DPD KNPI NTT, Heri Boki, dan anggota KNPI lainnya sempat berorasi beberapa jam di luar halaman Bank NTT, lantaran gerbang ditutup rapat dan dijaga oleh security Bank dan ratusan anggota kepolisian dari Polres Kupang Kota.

Humas Bank NTT, Yuan Taneo, akhirnya menemui para demonstran untuk bernegosiasi.

Dalam negosiasi tersebut Heri Boki meminta untuk bertemu pimpinan bank.

Permintaan tersebut disetujui, selanjutnya Yuan Taneo meminta waktu berdiskusi dengan pimpinan bank sekalian mempersiapkan tempat untuk dialog.

“Ok, teman-teman tunggu disini, saya koordinasi dengan pimpinan sekalian siap tempat untuk diskusi”, kata Yuan.

Selang beberapa saat, terjadi ketegangan antara security dan demonstran yang memaksa masuk karena pimpinan Bank belum kunjung tiba.

Dalam situasi getir itu, Komisaris Independen Bank NTT, Petrus Djemadu, menemui Heri Boki dan kawan kawan.

“mana ruangannya, kita disuruh tunggu dari tadi karena masih siap ruangan, tapi kok seperti ini, ini tidak konsisten”, ujar Heri kesal.

Melalui diskusi yang alot, akhirnya para demonstran diijinkan untuk masuk.

Namun sungguh miris, diskusi terkait nasib sebuah lembaga keuangan milik masyarakat NTT, digelar di sebuah lapangan futsal milik bank NTT, dalam kondisi “melantai” atau duduk bersila dilantai lapangan yang cukup berdebu.

Berbagai pertanyaan dan pernyataan disampaikan oleh Heri Boki dan kawan-kawan, terkait posisi Direksi Bank NTT yang diperpanjang dengan SK Gubernur sebagai pemegang saham pengendali.

“Sejauh ini dalam amatan
DPD KNPI NTT, DIDUGA KERAS telah terjadi banyak kesalahan-kesalahan dan Dugaan Permufakatan Jahat dalam pengelolaan Bank NTT antara lain menyangkut Pengangkatan serta Penetapan Kepengurusan Direksi dan Komisaris PT. BPD NTT (Bank NTT) yang NON-PROSEDURAL sehingga akhirnya berkas yang diajukan oleh KRN ditolak oleh ojK serta Surat Keputusan Gubernur untuk memperpanjang Masa Jabatan PltDirut dan beberapa Direksi lain serta Komisaris Utama yang juga adalah
CACAT HUKUM”, tegas Heri.

Menyikapi hal tersebut, Petrus Djemadu, mengatakan perpanjangan itu merupakan kebijakan karena tidak boleh fakum. Menurutnya operasional bank, jangankan hari, rotasinya berlangsung per detik.

“Langkah yang diambil untuk menyelamatkan Bank ini dari kefakuman, karena proses perbankan harus terus dilanjutkan”, jelas Petrus.

Usai menyampaikan aspirasinya, para demonstran membubarkan diri secara tertib.

Terpantau, kasat Intel Polres Kupang Kota, Basith Algadri, hadir dan turut memfasilitasi kedua pihak dalam diskusi tersebut. (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top