Berita Utama

Waingapu Gowes : Konsep TdT Tahun Ini Tidak Bagus

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM– “Tour di Timur (TdT) tahun ini konsepnya tidak bagus, terlalu banyak acaranya hingga waktu untuk naik sepeda hanya sedikit. Selalu jadwal acaranya tidak terkejar dengan sepeda hingga panitia menaikan semua peserta ke truk sekadar mengejar acara seremonialnya”.

Kritikan pedas tersebut disampaikan seorang peserta TdT, dari komunitas sepeda, Sumba Timur Cycling Community, Waingapu Gowes, Basyar, Via messenger, Minggu (17/12),sebagai ungkapan ketidakpusannya saat berpartisipasi dalam kegiatan TdT baru-baru ini.

Menurut Basyar, kegiatan TdT sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, namun bukannya semakin baik malah sebaliknya.

“Saya sebagai peserta malah kecewa dengan konsep Tour di Timor Indonesia tahun ini. Padahal ini merupakan event TdT yang ke tiga. Mestinya lebih baik dari sebelumnya. Tahun lalu masih lebih baik”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Basyar mengatakan, konsep TdT yang full dengan kegiatan seremonial menyita banyak waktu, sehingga makna dari tour dikesampingkan dan akhirnya, touring yang seharusnya menggunakan sepeda lebih banyak dialihkan ke truk sekadar mengejar waktu untuk kegiatan seremonial lainnya di garis finish berikutnya.

“Saya dengan kawan-kawan pesepeda sejati, malah pantang yang namanya loading atau muat Sepeda di truk. Kalo sudah tour pake sepeda ya gak ada namanya loading. Karena resiko tinggi sepeda dimuat asal asalan di atas truk. Sepeda bisa patah karena tertindih sepeda lainnya. Juga tidak semua bisa naik kendaraan bermesin seperti saya yang tiap kali naik di truk Mabuk”, urai Basyar.

Menurutnya, jika tidak dievaluasi dan dilakukan perbaikan maka, Dia meyakini tahun depan dan seterusnya kegiatan TdT akan kehilangan peminat.

“Bisa kita lihat dari minat peserta. Tahun lalu peserta luar daerah banyak yang gabung, tahun ini malah sedikit”, tandas Basyar.

Kritikan senada disampaikan mahasiswa jurusan pariwisata Politeknik Negeri Kupang, Kekson Salukh. Sebagai mahasiswa Pariwisata, Dia sepakat dengan event TdT yang sudah di laksanakan selama tiga tahun, dengan tujuan untuk menciptakan branding di pulau Timor dalam rangka promosi pariwisata, namun menurutnya perlu dilakukan pembenahan sehingga kegiatan yang menghabiskan anggaran Milliaran Rupiah itu tidak terkesan asal jadi.

“Kalau baru pertama bisa dimaklumi, tapi ini sudah tiga kali, tapi selalu persoalan yang dikeluhkan oleh pemda adalah kurangnya koordinasi, sehingga banyak yang kelihatannya tidak siap, ini harus dievaluasi. Secara kualitas setiap tahun menurun, jika ini tidak bisa diurus dengan baik maka sebaiknya kegiatan ini ditiadakan”, tegas Kekson.

Menurut Dia, pemerintah harusnya menyadari bahwa konsep pelaksanaan TdT belum begitu baik sehingga walaupun peserta TdT difasilitasi mulai dari penginapan, transportasi, konsumsi dan semua kebutuhan lainnya sampai pemberian hadiah di Etape terakhir, namun minat pesepeda mengikuti TdT nampaknya menurun dari tahun ke tahun.

“Peserta tahun ini hanya 20 an orang, Itu pun didominasi peserta lokal, kalau seperti ini mending Pemprov siap dana untuk kami mahasiswa Pariwisata piknik di semua obyek wisata di pulau Timor, kami ratusan orang, kami semua punya akun medsos, dari sisi promosi akan lebih menjual, anggarannya juga kecil dibanding even TdT”, tutup Kekson, yang juga ketua HMJ Pariwisata PNK. (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top