Berita Utama

Sewa Gedung Pramuka Dibatalkan, Relawan Muda VBL Kecewa

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM– Komunitas pemuda yang menamakan diri Ana Muda Relawan Victor Bungtilu Laiskodat (VBL), merasa sangat kecewa dengan sikap pengelola gedung pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT), yang secara sepihak membatalkan sewa gedung yang sudah disepakati dan lunasi beberapa waktu lalu.

Kekesalan tersebut disampaikan koordinator Ana Muda Relawan VBL, Umbu Weni, Rabu (7/12/2017). Menurut Umbu Weni, pihaknya merasa dipermainkan oleh pengelola gedung pramuka, betapa tidak, kesepakatan sewa gedung tiba-tiba dibatalkan H-3 menjelang pelaksanaan kegiatan komunitas Ana Muda Relawan VBL.

“Pada tanggal 5 Desember itu, kami telah melakukan pembayaran kepada pihak pengelola gedung pramuka, namun pada hari ini, saat salah seorang anggota tim pergi untuk mengkoordinasikan terkait dengan ruangan, namun pihak pengelola membatalkan penggunaan gedung dengan alasan pada hari yang sama juga gedung digunakan untuk keperluan lain”, jelas Umbu.

Selain alasan tersebut, pengelola juga berdalih bahwa gedung tidak bisa digunakan untuk kegiatan politik.

“Herannya kami sudah deal dan melakukan pembayaran, tiba-tiba batal karena katanya menyalahi aturan pemanfaatan gedung, lalu apakah pengelola tidak paham aturan”, ungkap Umbu penuh tanya.

“Ini relawan, tidak beraviliasi dengan partai pendukung VBL shingga tidak menggunakan atribut atau barang milik partai”, imbuhnya.

Lebih lanjut Umbu mengatakan, pihaknya merasa sangat dirugikan, pasalnya, Undangan dan selebaran sudah disebar dan gedung pramuka merupakan tempat diselenggarakannya deklarasi, karena itu, dibutuhkan sebuah dasar otentik untuk pembatalan tersebut.

“kami tidak mempermasalahkan pembatalan itu namun permintaan kami kepada pihak pengelola untuk diberikan surat pembatalan sehingga bisa dijadikan pengumuman resmi soal tempat acara dipindahkan karena gedung pramuka dibatalkan oleh pihak pengelola”, pinta Umbu.

Sebagai koordinator, Umbu merasa kecewa dengan sikap pengelola namun tetap menghormati keputusan tersebut sehingga saat ini sedang berupaya untuk memindahkan tempat kegiatan.

Pembina Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk, membantah jika pihaknya melakukan pembatalan sepihak. Menurut Piter, pembatalan itu karena gedung Pramuka tidak bisa dipakai untuk kegiatan politik.

“Kami punya aturan bahwa gedung itu tidak bisa dipakai untuk kegiatan politik, aturan kami jelas,” kata Manuk.

Menurut Piter, pihaknya sudah bertemu dengan para relawan VBL dan sudah mengembalikan uang sewa gedung yang telah dibayar.

“Tidak usah diperbesarkan, saya sudah minta maaf dan uangnya sudah dikembalikan,” pungkas Piter. (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top