Berita Utama

Hany Petronela Adriana La’azar, Shari menjadi Bupati Bupati TTS.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE, METROTIMOR.com—Plan International Indonesia bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menyelenggarahan event ‘Sehari Jadi Bupati TTS’ untuk yang kedua kalinya, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan International yang tepatnya berlangsung pada setiap tangga 11 Oktober di seluruh dunia.

“Setiap tanggal 11 Oktober, komunitas global merayakan Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl) yang merupakan agenda tetap PBB. Agenda tersebut menjadi momentum berharga, guna menunjukkan komitmen semua pihak dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan anak perempuan,” Kata Muhamad Thamrin, Field Sponsorship Manager Plan International Indonesia, di Soe (11/10) saat pelaksanaan even ‘Sehari Menjadi Bupati TTS’.

Thamrin menjelaskan, sebagai organisasi hak anak & kemanusiaan Plan International Indonesia mengimplementasikan sejumlah program yang relevan, yang mencakup perluasan akses anak perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pencegahan pernikahan usia anak.

Event ini menunjukkan komitmen pemerintah, khususnya Pemda TTS, dalam mendukung anak perempuan untuk MAJU (Mau belajar, Jadi pemimpin, Ambil keputusan, Untuk berhasil),” jelas Isni.

Anak perempuan yang akan mengisi jabatan Bupati TTS Sehari,Hany La’aser Asal SMA Negeri 1 Amanuban Tengah. merupakan anak yang terseleksi, berdasarkan kecakapan serta kriteria yang dibuat Plan International, bersama dengan beberapa organisasi kaum muda mitra kerja, seperti Youth Coalition for Girls (YCG) dan Youth Advisory Panel (YAP) yang merupakan Dewan Penasihat Muda Plan International Indonesia.

Even ini akan mendukung pelaksanaan even sehari menjadi Gubernur NTT yang pernah dilakukan tahun lalu, yang dilanjutkan dengan even ‘Sehari Menjadi Menteri’ di mana Menteri Sehari di KPPPA merekomendasikan beberapa hal, salah satunya pencegahan perkawinan usia anak melalui mekanisme perlindungan anak
anak berbasis masyarakat.

Plan International Indonesia sendiri sejak tahun 2009 sudah menginisiasi pembentukan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) di semua wilayah kerja atau wilayah dampingannya di Indonesia.

“Kita berharap keberhasilan pencegahan perkawinan usia anak yang dilakukan warga melalui KPAD, bisa dicontoh dan diperluas di seluruh Indonesia,” jelas Thamrin.

Sementara Bupati TTS Ir.Paul V.R Mella Menambahkan bahwa Anak Berusia anak-anak dan melalui tahapan hingga Remaja dan ini kita harus memberi pemahaman agar tidak lebih bergaul bebas dan ini dengan pergaulan bebas kadang berdampak kurang bahkan hamil di masa remaja baik dan masa depan anak tidak tercapai.

dan ini melalui proses seleksi dari sekolah-sekolah di TTS dan ini tujuannya untuk memahami fenomena dan gejala-gejala untuk mengantisipasi pernikahan dan perkawinan usia muda dan ini kalau terjadi nikah muda maka masa depan anak akan hilang.
Dan ini tidak terjadi sesuai rencana.

Bupati menjelaskan bahwa bergaul tidak persoalan tetapi tidak boleh bergaul bebas apalagi terjun ke seks bebas dan terakhir hamil atau menghamili dan nikah muda akan berdampak masalah sosial dan dan bisa terjadi perceraian.

Di TTS Bupati TTS menyebutkan bahwa orang Tua berbicara tentang Seks sepertinya tabuh,
Dengan tujuan kegiatan ini untuk memberi pemahaman kepada anak remaja untuk mengenal jati diri dan memberi pemahaman untuk mengantisipas hal-hal ini. (Jakson faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top