Berita Utama

ARAKSI sebut Inspektorat TTS Lambat Tindak Temuan.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE, METROTIMOR.com– Aliansi Rakyat Anti Korupsi Masyarakat(ARAKSI) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Sesalkan Kinerja Kerja Inspektorat Kabupaten TTS, karena dinilai Lamban dalam Penanganan Kasus-kasus Korupsi di TTS yang mana dari tahun 2002 hingga 2017 belum ditindaklanjuti dalam penanganan Korupsi di TTS, sebenarnya Inspektorat harus aktif dan tidak main-main dalam penanganan kasus korupsi karena inspektorat adalah lembaga audiotor yang tegas dalam mengambil sikap.

Ia mengatakan telah menyampaikan kepada inspectorat ( 29/09/2017).
kami sudah audiens dengan inspektorat TTS, sudah bersurat ke pihak inspektorat, sudah bertemu inspektorat tapi tidak respon,
Sesuai dengan informasi yang tersebar bahwa kerugian negara sudah mencapai Rp. 24 miliar dan ini tersebar di semua Satuan Perangkat Kerja ( SKPD) dan Rp. 24 M itu adalah hitungan Ril hitungan Angka, Bahkan ada individu-individu pejabat yang korupsi besaran antara Rp. 50-100 juta, Ada yang 1 juta hingga 10 juta ini adalah hasil temuan inspektorat kata Alfred Baun.

Alfred sebutkan bahwa sudah berupaya dan menggunakan Hasil audit yang ada, yang mana sesuai regulasi, bahwa akan di kasih waktu 24 bulan untuk pengembalian tetapi ini bertahun-tahun, ini sangat lamban dalam penanganan kasus korupsi oleh Inspektorat TTS

Araksi akan mengambil sikap dan meminta penjelasan ke DPR terkait fungsi dewan dan pertanyakan ini ke pihak DPR terkait kontrol keuangan di TTS kenapa ini baru terbuka ?.

Alfred menjelaskn bahwa setelah kami ambil data dan pertemuan dengan DPR kami akan
Segera laporkan ini Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ini dinilai dengan korupsi berjemaah dan lamban di tangani Inspektorat.
Dan segala pengeksekusian untuk pengembalian itu di tangan Pak bupati kata alfred menirukan kata Esterina Banfatain kepala Inspetorat.

Alfred mengkisahkan Mantan Sekda saja hanya 3 juta saja dipenjarakan apa lagi ada yang korupsi Rp. 50 sampai Rp. 100 juta
kalau tidak di penjarakan ini dan ini di berikan kesempatan pengembalian 24 bulan alfred sebut tolensi macam apa? Katanya,
Katanya ini sudah direkomendasikan beberap kali oleh BPK BPKP Provinsi ke inspektorat TTS. (Jakson Faot)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top