Berita Utama

Waduh…! Jabatan Gubernur NTT “Disabotase”

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM– Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) “disabotase” Sarah Welhelmina Lenggu, siswi Kelas III SMA Negeri 1 Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam program ‘Sehari Menjadi Gubernur NTT’ yang digelar PLAN International Indonesia, Rabu (3/9/2017).

Dalam kegiatan tersebut, Sarah Lenggu, menduduki kursi Gubernur NTT, dengan jabatan Gubernur NTT sehari, memimpin rapat, membahas pencegahan perkawinan anak usia dini.

“Setiap tanggal 11 Oktober, komunitas global merayakan Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl) yang merupakan agenda tetap PBB. Agenda tersebut menjadi momentum berharga, guna menunjukkan komitmen semua pihak dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan anak perempuan,” kata Isni Ahmad, Communications Manager Plan International Indonesia, di Kupang (3/9).

Isni menjelaskan, sebagai organisasi hak anak & kemanusiaan Plan International Indonesia mengimplementasikan sejumlah program yang relevan, yang mencakup perluasan akses anak perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pencegahan pernikahan usia anak.

“Berkaitan dengan perayaan Hari Anak Perempuan Internasional, Plan International Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi NTT mengadakan event “Sehari menjadi Gubernur NTT”. Event ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah, khususnya Pemprop NTT, dalam mendukung anak perempuan untuk MAJU (Mau belajar, Jadi pemimpin, Ambil keputusan, Untuk berhasil),” jelas Isni.

Gubernur NTT sehari, Sarah Wilhelmina Lenggu merupakan anak yang terseleksi, berdasarkan kecakapan serta kriteria yang dibuat Plan International, bersama dengan beberapa organisasi kaum muda mitra kerja, seperti Youth Coalition for Girls (YCG).

Momen perayaan Hari Anak Perempuan Internasional di NTT sengaja dilakukan lebih cepat, karena Gubernur Sehari tersebut nantinya akan mengikuti event Sehari jadi Menteri, yang diadakan pada 11 Oktober nanti di Jakarta. Pada 11 Oktober tersebut, sebanyak 21 anak muda terpilih dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA, untuk ‘mengambil alih’ posisi Menteri beserta jajaran KPPPA.

Event serupa juga pernah dilakukan tahun lalu, di mana Menteri Sehari di KPPPA merekomendasikan beberapa hal, salah satunya pencegahan perkawinan usia anak melalui mekanisme perlindungan anak berbasis masyarakat. Plan International Indonesia sendiri sejak tahun 2009 sudah menginisiasi pembentukan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) di semua wilayah kerja atau wilayah dampingannya di Indonesia.

“Kita berharap keberhasilan pencegahan perkawinan usia anak yang dilakukan warga melalui KPAD, bisa dicontoh dan diperluas di seluruh Indonesia,” jelas Isni. (Tim)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
RoteOnline Google Play
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top