Berita Utama

BPJN X NTT Komit Bangun Infrastruktur Dari Pinggiran, Wujudkan Nawacita Presiden

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM– Komitmen membangun dari pinggiran merupakan salah satu ciri utama Nawacita – di samping komitmen “Negara hadir” dan “Revolusi Mental”. Hal tersebut juga menjadi perhatian khusus Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang (NTT), Ir. Hadrianus Bambang Nurhadi Widihaetono M.ST saat ditemui diruang kerja beberapa waktu lalu mengatakan, demi mewujudkan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK, Ditjen saat ini memfokuskan pembangunan mega infrastruktur di sejumlah wilayah Tanah Air termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari pinggiran.

Menurut Dia, komitmen untuk membangun dari pinggiran telah jelas dinyatakan dalam Nawacita. Butir ketiga visi-misi Presiden dan Wakil Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla tersebut, menyebutkan bahwa “Kami (Jokowi – Jusuf Kalla) akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan”.

Komitmen “membangun dari pinggiran” ini, kata Hadrianus, merupakan salah satu ciri utama Nawacita – di samping komitmen “Negara hadir” dan “Revolusi Mental”. Hal ini lanjut Hardianus, menjelaskan mengapa pemerintah menaruh perhatian demikian besar terhadap pembangunan infrastruktur – khususnya yang akan membuka isolasi, menciptakan konektivititas antar kota dan kabupaten serta yang akan menopang industrialisasi dan penciptaan nilai tambah bagi perekonomian – di wilayah Indonesia Timur.

“Sejak program pemerintah ini digulirkan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) membangun sejumlah ruas jalan. Infrastruktur jalan memang cukup strategis dalam memangkas biaya dan keterisolasian, wilayah Perbatasan, misalnya sudah lebih mudah untuk mendapatkan akses menuju pusat perekonomian di titik-titik wilayah strategis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan pedesaan,” jelasnya.

Menurutnya, di BPJN X Kupang, program Nawa Cita diarahkan pada sejumlah ruas jalan yang dianggap rusak dan memiliki nilai Ekonomis strategis yang menghubungkan wilayah-wilayah potensial penduduk dan wilayah potensial sumber daya alam.

“Ruas jalan yang masuk pada Program Nawacita adalah, Ruas jalan Sabuk Merah wilayah timur di perbatasan Mota’ain hingga batas Motamasin dan wilayah Barat dari Wini di Kabupaten TTU hingga Oepoli di Kabupaten Kupang. Selain itu di jalur Marapokot di Kabupaten Nagekeo dan jalur Wisata di Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo,” kata Hadrianus Bambang.

Dikatakan, untuk jalur sabuk merah di wilayah timur Pulau Timor telah ditangani sejak beberapa tahun lalu dan dipastikan akan rampung pada tahun 2018 mendatang. Sementara untuk wilayah barat baru bisa dimulai pada tahun 2019 mendatang.

“Di jalur sabuk merah di wilayah timur kini tinggal beberapa kilo meter saja, dan kita pastikan 2018 mendatang sudah berfungsi dan bisa dilalui. Sedangkan untuk wilayah barat baru bisa kita mulai pada tahun 2019 nanti,” jelasnya.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Rote Ndao, terdapat enam (6) usulan jembatan dan tahun 2018 nanti ada tiga jembatan yang akan di kerjakan. (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
RoteOnline Google Play
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top