Belu

JPU Kembalikan Berkas Tersangka Pembunuhan,Justru Keterangan Berubah.

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ATAMBUA, METROTIMOR.Com—Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Atambua beberapa pekan lalu kembalikan berkas kepada penyidik Polres Belu untuk melakukan pemeriksaan tambahan, justru terangan tersangka berubah dalam berira acara pemeriksaan.
Tersangka pembunuhan Joao F.Vincente, Ayu Mayor alias Ayu dalam berita acara konfrontir, Senin ( 28/8/2017) dengan resmi mencabut keterangannya. Apa alasan Ayu? Menurut Ayu, keterangannya pada BAP pertama itu dirinya ditekan dan mendapatkan intervensi dari seseorang yang bukan penyidik. Siapa orangnya yang disebut-sebut Ayu?. Yang diduga melakukan intetvensi dan tekanan terhadap Ayu adalah Soleman pensiunan anggota Polri.
Kuasa Hukum Ayu Mayor, Adrianus Magnus Kobesi,S.H membeberkan, alasan kliennya mencabut keterangannya karena tidak sesuai dengan kronologis dalam BAP pertama.
Alumni Fakultas Hukum Unwira Kupang ini, menegaskan kliennya mengakui bahwa pada saat pemeriksaan pertama telah di intervensi oleh orang lain dan itu menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana tidak sah.
Menurut Kobesi, ketika penyidik melakukan pemeriksaan terhadap kliennya ada seseorang yang bernama Pak Soleman masuk mendampingi klien alla penasihat hukum meminta penyidik pak Dullah untuk menambahkan keterangan tersangka bahwa Julio dan Stefanus Atok Bau pun turut terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
“Itulah yang dibantah oleh klien saya.Karena keterangannya bukan dari Ayu melainkan hasil keterangan intervensi dari pak Soleman,”beber Kobesi
Direktur PLBH -Timor ini mempertanyakan kinerja proses penyidikan di kepolisian resor Belu pada pemeriksaan pertama karena kliennya merasa tertekan dan dipaksa serta diancam oleh penyidik Dullah dan Soleman dengan janji akan kliennya bebas dari segala tuntutan hukum jika menyebut nama Julio dan Stefabus Atok Bau terlibat dalam kasus pembunuhan.Kalau klen tidak sebut maka akan dipenjara.
Kasus Ayu sangat menarik, kata Kobesi, karena lasimnya pada proses penyidikan terhadap tersangka ataupun saksi , orang lain yang tidak hubungan dengan perkara dilarang untuj ikut mendengar keterangan.Justru di Belu dalam kasus pembunuhan ini lain, yang bukan statusnya sebagai penyidik ikut ramai-ramai masuk ruang pemeriksaan untuk dengar dan membantu memberikan keterangan seperti mereka yang jadi tersangka atau saksi.”Pak Soleman itu,entah kapasitasnya sebagai apa sehingga masuk ikut dengar keterangan tersangka dan berikan tekanan serta intervensi,”tanya Kobesi
” Menurut pengakuan klien saya, saat pemeriksaan pertama pengacara tidak yang mendampingi dirinya, di dalam ruang pemeriksaan hanya ada penyidik Dullah dan pak Soleman.Jadi mereka bebas memberikan tekanan .Seharusnya kasus pembunuhan seperti ini dari awal tersangka harus didampingi oleh kuasa hukum bukan sebaliknya,” tutur Kobesi
Kobesi apresiasi terhadap kinerja Kapolres Belu yang telah memberikan ruang dan peluang yang bebas bagi Ayu sehingga tidak ada tekanan lagi. (Merry)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
RoteOnline Google Play
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top