Berita Utama

Direktur Sibuk, Mahasiswa PNK Gelar Upacara Ditonton Humas dari Pos Satpam

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM— Suatu pemandangan yang memilukan terjadi pada sebuah Kampus “Plat Merah” di Kota Kupang, yakni Politeknik Negeri Kupang (PNK), dimana para mahasiswa menggelar upacara bendera memperingati HUT RI ke-72 di Halaman Kampus, Kamis (17/8/2017) siang, tanpa kehadiran pihak rektorat, bahkan pegawai bagian Humas PNK menonton aksi tersebut dari dalam pos satpam terdekat sembari tersenyum sinis.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona, kepada Metrotimor.com, usai upacara mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena kecintaan kepada kepada NKRI dan penghargaan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan RI.

“Kami Indonesia, kami cinta NKRI dan kebhinnekaan, serta kami jaga Pancasila sebagai ideologi bangsa”, ujar Kris.

Selain itu menurut Kris, aksi tersebut dipicu oleh sikap rektorat yang dinilai acuh tak acuh selama dua (2) tahun berturut-turut dalam menyikapi HUT RI.

Ketua BEM PNK, Krispianus Naiwona, saat memberikan keterangan pers

“Sudah berulang kali kami di Kampus ini tidak melakukan upacara bendera memperingati detik-detik kemerdekaan dengan alasan yang tidak jelas, kami rasa ini merupakan hal yang tidak bagus, apalagi pada momentum ini juga dilakukan pembinaan awal kepada mahasiswa baru, lalu apa yang akan disampaikan, bagaimana kita tanamkan nilai cinta tanah air sementara upacara HUT RI saja tidak kita lakukan”, katanya.

Dikatakan Kris, pihaknya sudah mempertanyakan pelaksanaan upacara HUT RI kepada Direktur PNK, Nonce Farida Tuati, namun Ia mendapatkan jawaban yang mengecewakan yakni tidak perlu dilaksanakan Upacara di Kampus karena dia (direktur-Red) sedang berhalangan.

“Jadi kemarin ibu Direktur mengatakan bahwa tidak ada upacara di Kampus karena beliau mendapat undangan upacara di suatu tempat, dan kami sangat kecewa, apakah tidak bisa dimandatkan kepada pembantu direktur 1, 2 atau 3 untuk melaksanakan upacara, dan karena itu kami berinisiatif untuk melakukan upacara walaupun tanpa pihak rektorat”, jelas Kris.

Kekecewaan senada disampaikan, seorang mahasiswi, Nelci Dara. Dia menyayangkan sikap Direktur yang terkesan tidak peduli dengan kampus dan menganggap sepele pelaksanaan Upacara HUT RI.

Mahasiswa PNK Pose bersama setelah upacara bendera memperingati HUT RI ke-72

“Paham radikal bertumbuh ibarat jamur di musim hujan, dan karena itu kita harus perangi dengan mempertebal semangat cinta tanah air dan kebhinnekaan, tapi kami sangat kecewa karena upacara memperingati HUT RI dianggap sepele oleh direktur sehingga tidak dilaksanakan dengan alasan sibuk”, ungkap Nelci.

Sementara bagian Humas PNK, Adolf Malo Rangga, S.E, yang ditemui awak media di pos satpam mengatakan, pihaknya tidak melaksanakan upacara bendera memperingati HUT RI ke-72 karena tidak diberi mandat oleh direktur yang sedang menghadiri sebuah undangan.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi semangat cinta tanah air dari mahasiswa yang baru saja menggelar upacara, perlu saya sampaikan bahwa ibu direktur sedang menghadiri undangan upacara di kantor gubernur sehingga kami tidak laksanakan di Kampus, kalau tahun lalu juga tidak upacara karena Ibu rektor lagi berada di Jakarta”, pungkas Adolf.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur PNK, Nonce Farida Tuati, belum bisa dikonfirmasi. (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top