Berita Utama

Wow ! Pesona Sawah “Jaring Laba Laba” Flores, Satu-Satunya di Dunia

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

RUTENG, METROTIMOR.COM- Di ujung barat pulau Flores, tepatnya di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membentang luas sebuah keunikan dan keindahan alam yang memiliki nilai historis dan estetika yang tinggi dan merupakan warisan leluhur di masa lampau.

Pesona Keindahan alam dan keunikan budaya pada hamparan sawah seluas 1.500 hektar dan berada di ketinggian 1.000 Mdpl dengan bentuk yang sangat unik menyerupai jaring laba-laba raksasa tersebut kian menghipnotis masyarakat dunia. Betapa tidak, bentuk dan sistim pertanian tersebut diakui banyak pihak merupakan satu-satunya di dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, Kepada awak media, Rabu (19/7/2017) menjelaskan, sistim pembagian tanah oleh leluhur  Manggarai telah menggariskan sistem pembagian tanah dalam bentuk Lodok dengan titik nol berada di tengah-tengah lahan ulayat yang akan dibagi-bagi.

Matthew Clark & Fernanda Pala dkk, pose di puncak bukit Cancar

“Polanya dengan menarik garis panjang dari titik tengah (Lodok) hingga ke bidang terluar (Cicing) dengan patron khas Lodok yakni kecil di dalam besar di luar atau layaknya formasi mirip jaring laba-laba”, terang Marius.

Menurut Marius, Kewenangan untuk membagi tanah komunal ada pada kuasa Tu’a Teno. Sehingga diawal mula pembagian dibuatkan ritus kecil ‘Tente Teno’ atau menancapkan pohon Teno di titik episentrum Lodok. Darah kambing ditumpahkan diatas kayu Teno wujud simbolisasi pengesahan secara adat.

“Karena merupakan warisan leluhur maka sawah dengan bentuk jaring laba-laba raksasa itu akan terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Manggarai”, ujar Marius.

Ratusan anak tangga menuju puncak bukit cancar

Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, pengunjung harus menapaki anak tangga bukit Cara Cancar atau mendaki dari Kampung Meler untuk meresapi keping-keping takjub sawah Lodok.

Matthew Clark wisatawan asal inggris yang ditemui metrotimor.com di puncak bukit Cara Cancar, mengatakan Ia takjub dengan pesona wisata jaring laba-laba raksasa yang ada di Flores.

“Ini pertama kali saya kesini, saya sangat suka tempat ini, tempatnya unik dan alami, masyarakatnya sangat ramah walaupun bahasa kita berbeda, saya suka Indonesia, saya suka Flores”, ujar Matthew.

Hal senada disampaikan seorang wisatawan Cantik asal Italia, Fernanda Pala, Ia terpesona dengan keunikan dan keindahan obyek wisata sawah “lodok” yang menurutnya tidak ada di belahan dunia lain.

Fernanda Pala, Matthew Clark dan wisatawan asing lainnya pose di puncak bukit Cancar

“Saya suka Indonesia, orangnya ramah, alamnya indah, tempatnya unik, saya akan ajak teman-teman untuk kembali berwisata ke sini”, kata Fernanda.

Kedua wisatawan beda negara tersebut bersama teman-temannya dari India dan Amerika, nampak begitu menikmati suasana di bukit Cancar dan petak-petak sawah terasering berbentuk jaring laba-laba.

Selain itu, seorang bocah pemandu asal kampung Meler, Tris Udal, mengatakan kawasan tersebut walau belum mendapat sentuhan pembangunan dari dinas pariwisata namun setiap harinya ramai dikujungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalau pagi biasanya banyak bule, terus kalau sore itu kebanyakan orang jawa”, aku Tris polos.

Jika anda pemuja keindahan, luangkan waktu dan pundi-pundi rupiah untuk menikmati pesona sawah jaring laba-laba yang berjarak 15 km dari kota Ruteng. (Nyongky).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top