Berita Utama

Kisruh Rastra Desa Nusakdale, Kades dan Camat Pantai Baru dinilai Acuh

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

KUPANG, METROTIMOR.COM – Kisruh pembagian Beras Sejahtera (Rastra) di Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao beberapa waktu lalu masih menyisahkan persoalan hingga sat ini. Betapa tidak, pelayanan beras rastra tidak sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten Rote Ndao, namun ketika terjadi persoalan Kepala Desa Nusakdale dan Camat Pantai Baru terkesan acuh dan hanya sekadar saling melempar tanggungjawab.
“saya kasih contoh, Penerima Rastra atas nama Jonis Malelak, haknya di cabut dan di berikan kepada orang lain karena alasan tidak berada di tempat atau pindah, padahal yang bersangkutan sebenarnya tidak pindah, hanya sedang mengunjungi keluarga di kupang, namun lebih miris nama Jonis dikirim kembali ke kabupaten tetapi orang lain yang terima jatah berasnya, seandainya kalau Kepala Desa Bijak maka beras tersebut bisa diberikan kepada bapaknya Jonis untuk ditebus”, ungkap seorang tokoh masyarakat, Adam Beslius Malelak, mengeluhkan Sikap Kades yang arogan.

Selain Rastra, Beslius, juga sangat menyesalkan sikap kepala desa yang mengganti perangkat desa “asal jadi” tanpa melihat regulasi tentang pembarhentian dan pengangkatan perangkat desa yang ketika itu, menurut Beslius, Camat Pantai Baru, Fons Chris Saek, S.Sos juga hadir dalamm pelantikan perangkat desa.
“Saya sangat menyesal karena saya sebagai ketua tim pemenangan kepala desa waktu itu menginginkan pelayanan kepada masyarakat yang bersih, tetapi saya sangat kecewa karena kebijakan kepala desa banyak yang sepertinya sarat kepentingan, padahal Dia (Kepala Desa – Red) belum satu tahun memimpin, contohnya, pengangkatan perangkat desa, setelah dilantik, semua perangkat desa diganti tetapi 4 bulan kemudian harus diganti lagi karena ternyata pengangkatan pertama tidak prosedural dan tidak merujuk pada peraturan menteri dalam negeri Republik Indonesia No. 83 tahun 2015 tentang pengankatan dan pemberhentian perangkat desa”, Ujar Beslius dengan nada kesal.
Terkait urusan kepala desa dan Camat Pantai Baru tentang persoalan pelayanan Rastra, Beslius mengaku sangat kecewa karena terkesan hanya mengelabui tetapi hasilnya tetap sama.
“waktu urusan saya tanya kepala desa, kenapa pak desa kasi keluar Jonis, apakah dia sudah pindah? Dia tidak bisa jawab, kemudian masalah berlanjut dan pak Camat datang urus tetapi hanya marah-marah dan setelah itu pulang dan hasilnya juga tetap, tidak ada yang berubah, lalu sebenarnya kami masyarakat kecil ini mengadu kemana kalau seperti ini ?,”ungkap Beslius geram.
Camat Pantai Baru, Fons Chris Saek, S.Sos, Ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, setelah terjadi keributan di desa akibat pembagian Rastra yang tidak sesuai SK Bupati yang kemudian diverifikasi kembali, pihaknya sudah memerintahkan Kepala Desa dan sekretaris desa untuk segera berkoordinasi agar mengembalikan hak penerima yang sesungguhnya.
“Saya sudah perintahkan kepala desa dengan sekretaris segera koordinasi dengan kabag, beras sdh terlanjur dibagikan 4 bulan, masih 8 bulan jadi harus konsultasi untuk dikembalikan kepada yang berhak”, Ungkap Saek tegas.
Namun sangat disayangkan perintah camat tersebut sepertinya diabaikan dan pelayanan Rastra desa Nusadale tetap dijalur yang salah namun dibenarkan oleh penguasa wilayah.
Kepala Desa Nusakdale, Jostan Oly, saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru (5/7/2017) Sore, membenarkan jika nama penerima Rstra atas nama Jonis Malelak, setelah verifikasi tetap dikirim kembali ke kabupaten.

“karena dia lagi keluar daerah jadi berasnya saya bagi ke 2 KK, saya akan koordinasi dengan Dinas sosial dan bagian ekonomi pada setda kabupaten Rote Ndao”, ungkap Jostan singkat.
Ditanya tentang status kependudukan Warga yang dialihkan jatah Rastranya, Jostan Oly mengatakan masih berstatus sebagai penduduk, tetapi tidak sedang berada di tempat karena sedang mengunjungi keluarganya di luar Pulau Rote sehingga dialihkan, padahal oknum tersebut menitipkan uang untuk menebus Jatah Rastranya namun tidak diterima….Aaneh bin ajaib, ada apa sebenarnya.
Selain itu, Babinkambtibmas Desa Nusakdale, Simson Sinto Malelak, saat dihubungi via telepon selulernya mengatakan Ia hadir karena awalnya sempat terjadi keributan sehingga pihaknya sebagai petugas kemanan yang bertugas ditempat tersebut, turut hadir dalam penyelesaian persoalan dimaksud sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mengayomi dan melayani wilayah binaan.
“saya hadir untuk memperlancar pembagian beras karena awalnya sempat ribut,tetapi akhirnya semua berjalan lancar, Itu waktu bukan ganti tetapi tapi kan jonis tidak ada sehingga cari orang untuk terima”, jelas Simson.
Pantauan media, Anehnya, nama yang dikirim kembali ke kabupaten adalah nama yang ada di dalam SK Bupati tentang penerima Rastra namun kepala desa beralasan belum bisa mengembaikan beras tersebut kepada yang berhak dan harus berkoordinasi, lalu apa sebenarnya yang dikoordinasikan? (Nyongky)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top