Berita Utama

Bupati Mella Sebut, STIKIP Timor Indonesia Bodong

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

So’E,METROTIMOR.com– Bupati Timor Tenggah Selatan (TTS),Ir.Paul V.R Mella mengaku dirinya tidak hadir saat digelar wisuda STIKIP Indonesia Timor,Kamis (22/6/2017) pekan lalu. Karena merasa ilegal alias bodong karena STIKIP Indonesia Timor, tidak jelas dimana alamatnya,dirinya kenal hanya STIKIP Nusa Timor kata Bupati TTS saat ditanya polemic ketidakhadiran saat wisuda para mahasiswa STIKIP Timor Indonesia di GOR TTS.

Mella kepada wartawan diGedung DPRD Kabupaten TTS,Rabu (19/7/2017)   mengatakan Dirinya tidak hadir karena mengetahui bahwa yang wisuda bukan STIKIP Nusa Timor tetapi STIKIP Timor Indonesia.
“hari H nya ada undangan saya lihat undangan  STIKIP Timor Indonesia yang selama ini,saya tidak tahu alamatnya,sehingga saya tidak hadir,”katanya Kesal.
Mella juga mengamati Legalitas kampus  tidak mencantumkan ijin operasional dan tidak terdaftar di Dirjren Dikti alias Bodong.

Bupati TTS berambut perak ini mengaku mengetahui dua Sekolah Tinggi ini ada pertikaian  diduga masalah Internal,bahkan saat ini persoalan sudah ditanggani polisi (Polres) juga POLDA NTT, sehingga tidak bisa berkomentar,karena sudah masuk ranah hukum, jadi biarkan proses terus berlanjut sesuai ketentuan yang ada.

STIKIP Nusa Timor yang sudah memiliki ijin operasional dan juga sudah mendatangi  Pemda meminta Rekomendasi,Bupati dua periode ini mengatakan pihak pengelolah STKIP Nusa Timor dan orang yang sama Jibrael Tunliu dan Yulius Amtiran,ketika ada diwisudakan di Gor Nekmese Soe (22/06/2017).

Bukan STIKIP Nusa Timor,tetapi STIKIP Timor Indonesia. Pemda  telusuri illegal,sebagai Bupati TTS tidak hadir karena penipuan,memilih tidak hadir untuk memberikan sambutan pada lembaga pendidikan yang Ilegal.

Pihaknya juga meminta legalitas dari yayasan apakah  lembaga sudah daftar diKopertis, lembaga menjawab terdaftar di Kopertis wilayah VII, Bupati langsung menjawab Kopertisi wilayah VII salah?. Karena wilayah NTT adalah Kopertis Wilayah VIII, kalau wilayah ini ada kopertis wilayah VII,maka itu  ilegal sehingga pemda TTS tidak hadir katanya menirukan ucapannya saat didatangi salah seorang Ketua yayasan.

Bupati menghimbau  masyarakat  bahwa kampus tersebut ilegal.
Sehingga  STIKIP Timor Indonesia tidak boleh beroperasi,jika beroperasi harus memproses ijin baru melakukan proses perkuliahan.

Aneh, Perguruan tinggi untuk wisuda Harus adanya Sidang Senat terbuka, tetapi ini tidak ada sehingga semakin kabur.
Ditanya ada oknum bernama Budi Johan yang mengaku sebagai Staf Ahli Komisi X DPR RI Bupati TTS mengatakan siapa saja bisa mengaku sebagai Staf Ahli, pemda telah melakukan corss cek ke  staf ahli Komisi X DPR RI, tetapi  tidak ada yang namanya Budi Johon,ini Penipuan kepada publik TTS, kata Mella Kesal. (jekson)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top