Belu

Diduga Pelaku Pembunuhan Disiksa Penyidik Untuk Sebut Pelaku Lain?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ATAMBUA, METROTIMOR.com–Pelaku pembunuhan  Daniel Seran alias Danker terhadap korban Joao Vicente Pereira  diduga dipaksa dan diintimidasi oleh penyidik Polres Belu untuk mengakui perbuatannya. Pelaku pembunuhan tersebut adalah dua orang atas nama Daniel Seran alias Danker dan Marius Mesak alias Marius.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Senin 26 Juli 2017 .Dan korban ditemukan oleh warga  di hutan Baun, Desa Bakustulama,Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelaku Daniel Seran telah menyerahkan diri kepada penyidik Polres Belu sejak 28 Juni 2017. Ketika itu pun pelaku langsung di periksa dan mengakui perbuatannya . Dengan begitu, hasil penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidik yakni pelaku berstatus tersangka.Sementara pelaku Marius Mesak belum berhasil ditangkap polisi atau menyerahkan diri dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian  Orang ( DPO).

Hal ini diungkapkan oleh tim Advokat dari tersangka Daniel Seran, Jemmy Haekase, S.H., Martinus Sobe Anin,S.H dan Silvester Nahak,SH di Atambua, Sabtu ( 1/7/2017)

Tim Advokat menilai, dalam proses penyelidikan terhadap kasus pembunuhan tersebut, penyidik Polres Belu diduga telah menyalahi kewenangan subyektif  dan over kapasitas. Sebab, tersangka Daniel Seran telah menyerahkan diri dan mengakui perbuatanya.”Mengapa tersangka terus dipaksa oleh penyidik agar mengungkap keterlibatan para pelaku lain. Dengan cara mengintimidasi dan menganiaya klien kami.Bahkan disetrum hingga berteriak historis,”  beber Jemmy Haekase.

Jemmy pun menyebutkan nama saksi yang melihat langsung peristiwa penganiayaan penyidik polres Belu terhadap tersangka.Yakni Stefanus Atok Bau dan  Julio Do Carmo di ruang pemeriksaan Polres Belu, Sabtu (1/7/2017) sekitar pukul 02:00-04:00 WITA dini hari.

Ketika itu, saksi Stefanus Atok Bau sempat menegur penyidik agar jangan siksa lagi tersangka karena sudah mengakui perbuatanya.Mengapa harus disiksa lagi?

Menurut dugaan Jemmy tujuan penganiayaan penyidik terhadap tersangka Daniel Seran agar sebut Stefanus dan Julio bahwa mereka juga terlibat dalam kasus pembunuhan itu.

Namun, dari aspek hukum  Stefanus  dan Julio kalau ditetapkan sebagai tersangka itu berarti telah menyalahi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Karena surat perintah penangkapan terhadap Stefanus dan Julio sudah dilakukan tiga kali. Lantas, diberikan surat pelepasan, setelah itu dilakukan penangkapan kembali lagi. Ini istilahnya Tangkap ,lepas ,tangkap dan tangkap lagi”, tutur Jemmy dengan nada kesal.

Jemmy menambahkan,  tindak pidana itu memenuhi syarat hukum  apabila ada dua alat bukti yang sah dan menyakinkan baru ditetapkan seseorang jadi tersangka.

Tim advokat Silvester Nahak,SH pada kesempatan yang sama menuturkan, ada keraguan pada penyidik dalam proses administrasi .Surat penangkapan, lepas dan tangkap lagi.Ini di dalam KUHAP  tidak ada begitu justru melarang. (Meri berelaka/eman)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top