Berita Utama

ARAKSI   Minta Aparat Penegak Hukum Di TTS Usut 77 Ijazah Palsu

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

SoE,METROTIMOR.Com–Ketua  Lembaga Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia ( ARAKSI) di Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS), Provinsi Nusa  Tenggara Timur, Alfred  Baun meminta aparat penegak hukum di wilayah itu untuk mengusut tuntas dugaan kasus penipuan, pembohongan publik, manipulasi dan mafia kelas gagap yang dilakukan oleh STISIP Nusa Timor dan STISIP  Timor Indonesia bagi 218 mahasiswa di  TTS.

Hal ini diungkapkan Ketua  ARAKSI Alfred Baun kepada Metrotimor.com melalui selulernya, Kamis (29/6/2017) malam. Alfred menjelaskan, STISIP Nusa Timor yang diketuai oleh Y.Amtiran itu berdiri sejak 2011 dan STISIP Timor Indonesia dibuka tahun 2016  dan membagikan 77 buah ijazah yang diduga palsu itu pada 21 Juni 2017 lalu di SoE.

“Ini adalah modus penipuan, pembohongan publik, manipulasi bagi warga Kabupaten TTS.

Kami dari ARAKSI telah memperoleh sejumlah dokumen kuat terkait masalah ini. Jadi kita akan giring kedua lembaga ini ke jalur hukum untuk bertanggungjawab,”tegas Baun.

Baun pun menyebutkan, adalah salah satu mahasiswa berinisial YT baru saja semester IV tapi sudah diwisuda dan jadi pembantu dekan I .Dan, ketika sampai di Jakarta mendaftar disalah satu universitas untuk melanjutkan kuliah S2 ditolak karena nomor seri ijazah S1-nya tidak terdaftar di Dirjendikti . Dikala itu pun YT mencari orang untuk membantu legalkan Ijazahnya.YT bertemu dengan salah satu orang yang bernama Prof. Budi Jhon .

Prof. Budi menyarankan agar YT kembali ke SoE dan melakukan Wisuda dengan punggut biaya pendaftaran berkisar dari Rp 5 juta hingga Rp.15 juta,” beber Baun (TIN/TIM)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
RoteOnline Google Play
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top