Berita Utama

Fary Francis : Tahun 2017, Rote Ndao Dapat Pembangunan 5 Embung Besar dan Kecil

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ROTE NDAO,METROTIMOR.com–Tahun anggaran 2017 ini, Kabupaten Rote Ndao akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa pembangunan 5 buah embung serbaguna yang terdiri dari 1 buah embung besar dan 4 buah embung kecil. Pembangunan embung ini tersebar di 3 titik wilayah di Kab.Rote Ndao. Lokasi yang akan dibangun embung yakni 1 buah embung besar di Desa Ngodimeda, 2 buah embung kecil di Desa Keoen, dan 2 buah embung kecil di Desa Oelolot.

Hal ini dikemukan oleh Ketua Komisi V DPR RI, yang membidangi infrastuktur dan perhubungan, Fary Djemi Francis saat ditemui wartawan di Resto Kelapa II, Kota Baa pada Sabtu (10/6) siang.

Fary Francis mengatakan, dirinya turun melihat secara langsung titik lokasi pembangunan embung untuk memastikan tidak lagi ada permasalahan yang berkaitan dengan pembebasan lahan bagi pembangunan embung. Menurutnya, berkaitan dengan pembangunan embung tentu ada partisipasi dari masyarakat yakni dengan membebaskan lahannya.

“ Kita berharap embung bisa dibangun tanpa ada persoalan menyangkut lahan dan masyarakat bisa memanfaatkannya “ ujar Fary Francis.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Fary Francis juga melihat langsung kegiatan – kegiatan yang didukung oleh Kementrian PUPR yakni dari Balai Wilayah Sungai dan Balai Jalan Nasioanal. Menurutnya, untuk tahun 2017 ada 4 titik untuk pengembangan sumur bor berbasis pembangkit tenaga matahari yakni 2 di Desa Sanggaoen, di Desa Tesabela serta di Desa Tungganamo. Selain itu, melihat dari dekat rencana pembangunan jalan dari Baa ke Pantai Baru termasuk beberapa jembatan yang rubuh.

Fary Francis memastikan bahwa pada tahun 2017 ini jembatan yang sudah roboh yakni Jembatan Ovalen akan dibangun dengan anggaran kurang lebih 6,9 Miliar. Menurutnya, saat ini juga telah diusulkan ada 6 jembatan untuk pembangunan tahun 2018 sudah diusulkan. “ Untuk tahun 2018, kita akan terus mendorong sekitar 6 jembatan lagi yang dibangun di wilayah Rot “ jelas Fary Francis.

Terkait sinergi dengan pemerintah setempat, Fary Francis berharap pemerintah daerah mendukung dan membantu mensosialisasikan sehingga tidak ada persolan halan. Menurutnya, Karena dana APBN kalau tidak ada dukungan dengan lahan akan berpindah ke tempat lain. Dengan banyak bantuan waduk dan embung yang dibangun maka betul – betul dimanfaatkan dengan baik. Kalau ada yang rusak tolong dilaporkan sehingga kita bisa perbaiki. “ Tolong dijaga, pembangunan embung itu dananya tidak sedikit “ ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam kunjungan tersebut, dirinya juga menghadiri undangan dari dari Majelsi Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Region Rote yang sedang melaksanakan rapat kerja para pendeta seluruh Rote. Dirinya hadir untuk mendengarkan suara hati pendeta – pendeta berkaitan dengan persoalan–persoalan ancaman kekeringan yang tengah dirasakan jemaat.

Ia juga mengunjungi jemaat yang mempunyai kelompok usaha binaan jemaat  seperti jemaat Ebenhazer di Desa Modosinal, dan usaha jemaat di  sebuah danau di Dusun Longgoloki, Kelurahan Busalangga, juga mengunjungi Desa Oehandi dan di daerah Kapasiok, Desa Helebeik. Lanjutnya, setelah keliling di beberapa jemaat, dirinya melihat jemaat mempunyai potensi untuk mengembangkan ekonomi berbasis jemaat yang didampingi langsung oleh para pendeta. “ saya melihat apa saja yang menjadi kebutuhan mereka, pasti akan disuarakan untuk memperoleh bantuan. Misalnya kebutuhan akan sumur bor di jemaat Imanuel juga akan direncanakan dan lainnya “ ujarnya. Kepala Satuan kerja Air Tanah dan Air Baku, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Dominggus Dama menyampaikan Rote Ndao merupakan daerah kering yang sangat kurang penyediaan air baku. Sedangkan air minum kami melakukan survey daerah kering yang berpotensi penyediaan air tanah maupun pengembangan air permukaan. Ia juga menyampaikan wilayah yang akan diintervensi dengan bantuan yakni dilihat berdasarkan usulan kebutuhan masyarakat. Pihaknya juga akan survey daerah mana yang berpotensi ada airnya maka akan dikembangkan untuk dibangun.

Tahun ini akan dibangun air baku 4 titik dan jaringan irigiasi air tanah 1 titik. Mungkin dengan kedatangan Ketua Komisi V maka akan mendongkrak usulan ke pusat sehingga dapat disetujui lebih banyak dan penanganan daerah kering dapat dioptimalkan.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, didampingi oleh Direktur Bina Pengelolaan Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Agus Suprapto Kusmulyono, Kepala Satuan kerja Air Tanah dan Air Baku, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Dominggus Dama serta perwakilan dari Balai Jalan Nasional Nusa Tenggara. (mtc01)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkini

To Top